Waspada dengan tukang AC (air conditioner). Jika tidak diperhatikan saat menggunakan jasanya, maka Anda bisa jadi korban modus isi Freon.
Modus oknum tukang AC tersebut diuraikan oleh akun media sosial dengan nama “nafkahnation. Dx”. Dalam urainnya, diulas bagaimana oknum tukang AC mempermainkan pelanggannya dengan modus isi freon. Berikut ulasannya.
Teman saya seorang teknisi AC. Bukan yang freelance panggilan. Dia kerja di dealer resmi salah satu brand AC ternama. Pas libur kemarin, saya curhat :
"AC saya baru diservis bulan lalu. Tukangnya bilang freon kurang, isi ulang Rp 250 ribu. Sekarang sudah tidak dingin lagi. Normal gak sih?"
Dia diem. Terus bilang satu kalimat. Satu kalimat yang biki saya sadar selama ini saya ditipu berkali-kali tanpa sadar.
Kalimatnya, "Freon AC itu tidak berkurang. Selama gak ada kebocoran".
Saya bingung. "Hah? Tapi kan tiap servis, tukangnya bilang freon kurang?"
Dia jawab, "Itu modus. Freon itu bukan bensin. Bukan oli. Gak ada yang namanya 'habis karena dipakai.' Freon itu sistem tertutup. Dia berputar terus di dalam pipa. Tidak kemana-mana".
"Terus kenapa tukang AC selalu bilang kurang?" tanyaku.
"Kerana isi freon itu uang paling gampang buat mereka. Rp 150 ribu sampe Rp 400 ribu per isi. 10 menit kerja. Dan kamu tidak bisa buktikan freon AC mu memang kurang atau tidak".
Dia beri analogi yang membuatku langsung ngerti.
"Kamu punya kulkas di rumah?"
"Ya."
"Kulkas kamu pake freon juga. Sistem yang persis sama dengan AC. Pernah tidak kamu panggil tukang buat isi ulang freon kulkas?"
"... gak pernah."
"Kulkas kamu umur berapa tahun?"
"5 tahun."
"5 tahun. Gak pernah isi freon. Masih dingin. Kerena freon itu gak pernah habis selama pipanya gak bocor."
"Nah AC mu yang baru setahun, tiap 3-4 bulan diminta isi freon. Kamu gak curiga?"
Dan ini bagian yang paling jahat.
Temenku bilang : "Ada tukang AC yang sengaja bikin freon kamu bocor."
"Caranya?"
"Macem-macem. Ada yang bikin lubang kecil di pipa tembaga. Kecil banget. Gak keliatan mata. Freon bocor pelan-pelan. Sebulan dua bulan, AC mulai gak dingin."
"Kamu panik. Telepon tukang AC yang sama. Dia dateng. Cek. 'Oh freon kurang, Bu. Harus diisi.' Rp 250 ribu."
"Sebulan lagi? Bocor lagi. 'Freon kurang lagi, Bu.' Rp 250 ribu lagi."
"Sampe 3-4 kali, baru dia bilang: 'Kayaknya pipanya yang bermasalah, Bu. Harus ganti pipa. Rp 500 ribu.' "
"Total kamu sudah keluar: Rp 1 juta lebih. Buat masalah yang dia bikin sendiri."
Modus lain yang lebih halus.
Kamu panggil tukang buat cuci AC. Harusnya cuma cuci. Rp 60 ribu – Rp 80 ribu.
Selesai cuci, dia bilang: "Pak, ini saya cek freon-nya kurang. Mau diisi sekalian? Rp 150 ribu."
Kamu pikir: "Wah untung ketahuan sekarang. Isi aja deh."
Padahal sebelum dia dateng, freon AC kamu penuh. Dia yang kurangin. Dan kamu bayar dia buat balikin apa yang dia ambil.
"Terus gimana membedakan tukang AC yang jujur dan yang nakal?"
Temenku bilang : "Gampang. Tanya satu pertanyaan."
"Pertanyaan apa?"
"Pas tukang AC bilang 'freon kurang,' kamu tanya: 'Kalau freon kurang, berarti ada kebocoran dong? Bisa tunjukin dimana bocornya?' "
"Tukang AC jujur: dia bakal cari bocornya dulu. Pakai air sabun atau alat leak detector. Dia tambal dulu bocorannya. Baru isi freon."
"Tukang nakal: dia gagap. Dia bilang 'ya emang freon itu lama-lama berkurang, Pak.' Atau langsung isi tanpa cari bocor."
"Kalau dia tidak bisa tunjukin bocornya, freon AC kamu gak kurang. Dia bohong."
Fakta teknis yang tukang AC nakal gak mau kamu tahu :
Satu. Freon itu sistem tertutup. Gak berkurang, gak menguap, gak habis. Kalau kurang = pasti bocor. Titik.
Dua. Kalau bocor dan cuma diisi tanpa ditambal, freon bakal bocor lagi. Kamu buang uang berulang-ulang. Yg bener: Tambal dulu, baru isi.
Tiga. Tekanan freon normal bisa dicek pake manifold gauge. AC 1/2 PK: 60-70 psi. AC 1 PK: 80-90 psi. Kamu berhak minta lihat angkanya di alat ukur.
Empat. Ciri freon beneran bocor: AC gak dingin, padahal baru diservis. Ada bunga es di pipa outdoor, suara kompresor berisik, tagihan listrik naik (kerena kompresor kerja lebih keras).
Lima. Kalau AC kamu cuma kotor dan perlu cuci, freon gak perlu disentuh. Cuci ya cuci. Freon ya freon. Dua hal berbeda.
Senjatamu :
Satu. Pas cuci AC, awasin teknisi dari awal sampai selesai. Jangan tinggal pergi.
Dua. Sebelum servis, tanya: "Cuci AC ini termasuk isi freon atau tidak?" Kalau jawabannya "Kita liat nanti," waspada.
Tiga. Kalau teknisi bilang freon kurang: Paksa dia tunjukin bocornya dimana. "Kalau freon kurang berarti ada kebocoran. Tolong tunjukin."
Empat. Minta lihat tekanan freon di manifold gauge sebelum dan sesudah servis. Catat angkanya. Foto. Bandingin di servis berikutnya
Lima. Pilih teknisi dari toko AC specialist atau dealer resmi brand AC. Minta garansi servis tertulis minimal 1 bulan. Tukang AC nakal tidak berani kasih garansi.
Enam. Inget rumus ini: Kulkasmu gak pernah isi freon. AC mu harusnya juga.
Temenku bilang satu hal lagi.
"Yang paling bikin aku kesel bukan tukang AC nakalnya."
"Yang bikin gw kesel: ibu-ibu yang tiap 3 bulan keluar Rp 250 ribu buat isi freon yang tidak pernah bocor. setahun rp 1 juta. 3 tahun rp 3 juta. buat gas yang harusnya gak pernah perlu diisi."
"Dan mereka tidak tau. Kerena gak ada yang bilang."
Sekarang kamu tahu. Jika besok tukang AC detang ke rumahmu. Bilang, "Freon kurang."
Kamu bilang satu kalimat “
"Tunjukin bocornya dimana."
Kalau dia tidak bisa jawab, freon kamu gak kurang. Uang kamu yang mau dikurangin. (*)
Editor : Bambang Harianto