Misteri Kematian Sutradara yang Berani Mempermalukan Yakuza Lewat Filmnya

Reporter : Redaksi
Juzo Itami

Yakuza, meski kini banyak diromantisasi lewat anime, drama dan manga sejatinya tetap sebuah organisasi kriminal berbahaya yang siap menindak siapapun yang membuat mereka tak senang. Itu terjadi pada seorang sutradara kenamaan Jepang yang menerima serangan brutal, bahkan diyakini kematiannya juga didalangi oleh Yakuza.

Bagaimanakah kisahnya?

Sindiran Pada Yakuza Lewat Film

Juzo Itami adalah aktor dan sutradara kelahiran Kyoto, Jepang, pada 15 Mei 1933. Karya-karyanya seperti "Tampopo" dan "The Funerals" membuatnya sebagai sutradara terbaik Jepang pada dekade 1980-an. Juzo Itami kemudian membuat langkah berani dan nekad dengan membuat film satir yakuza yakni "Minbo" pada tahun 1992. 

Minbo menceritakan seorang pemilik hotel mewah yang ingin menang tender agar hotelnya ditunjuk sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Internasional. Namun, sialnya hotel itu menarik perhatian para yakuza yang menjadikannya tempat nongkrong sekaligus memalaki uang keamanan dari hotel. Hingga akhirnya seorang pengacara turun tangan untuk mengusir para yakuza dari hotel itu

Citra Yakuza Sebagai Perundung Bodoh

Pada masa itu, yakuza sendiri memiliki dua citra : penjahat keren akibat romantisasi film serta menakutkan dan lebih baik tidak berurusan dengan mereka karena "senggol bacok".

Namun, dalam film ini, Itami menggambarkan yakuza sebagai "sok jagoan, dan intimidatif diluar namun sebenarnya mereka hanyalah perundung dengan otak dangkal dan bodoh".

Maksud Itami membuat film ini memang agar masyarakat tidak takut dengan para Yakuza, terutama pada masa itu, masyarakat sudah mulai muak dengan Yakuza setelah perang geng yang dikenal sebagai Perang Yama-ichi yang bahkan menewaskan beberapa warga sipil. Tindakan Juzo Itami ini tentunya membuat beberapa pihak dari kelompok yakuza

Serangan yang Tak Membuatnya Kendur

Polisi bahkan memberi perlindungan ekstra sebagai antisipasi jika Yakuza dendam padanya dan benar saja. Enam hari setelah "Minbo" dirilis, Juzo Itami yang sedang mengambil barang tertinggal di dalam mobilnya di garasi rumahnya diserang 3 orang yang memukulinya dan menyayat-nyayat wajahnya. 

Penyerangnya diketahui berasal dari salah satu kelompok mafia yang sangat kuat yakni Goto-gumi yang merupakan faksi dari kelompok terkuat di Jepang, Yamaguchi-gumi. Namun, alih-alih takut, Itami mengadakan konferensi pers tak lama setelah mendapatkan perawatan dan berkata "Yakuza tidak bisa begitu saja mengambil kebebasan berpendapat semua orang".

Akhir Sang Sutradara

Juzo Itami tetap berkarya dimana salah satu filmnya "Daibyonin" adalah sindiran untuk sistem kesehatan di Jepang. Karya-karyanya selalu ditunggu, namun pada 20 Desember 1997, Itami tergeletak bersimbah darah di parkiran gedung tempat kantornya berada di Azabudai, Tokyo. 

Itami sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun dinyatakan wafat. Polisi menduga, Itami melompat dari unit kantornya untuk menghabisi dirinya sendiri karena tabloid "Flash" memuat fotonya berjalan dengan gadis muda sehingga muncul isu perselingkuhan dirinya. Di kantornya, ditemukan pula surat yang diketik yang bertuliskan bahwa ia mengakhiri hidupnya untuk mengembalikan kehormatannya setelah isu ini.

Tak Yakin Menghabisi Dirinya Sendiri

Namun, banyak orang-orang terdekat Itami yakin bahwa ia tidak menghabisi dirinya sendiri. Banyak yang berpikir bagaimana Itami yang berdiri teguh meski sudah dicelakai yakuza langsung runtuh akibat skandal perselingkuhan. Belum lagi dilaporkan Itami menaggapi rumor perselingkuhannya hanya dengan tertawa dan berkata "Ya begitulah dunia hiburan". 

Kejanggalan lainnya adalah, Juzo Itami bangga dengan tulisan tangannya sehingga tak mungkin ia meninggalkan surat terakhirnya dengan ketikan, seseorang mungkin sengaja mengetik karena tak bisa meniru tulisan tangannya. Meski begitu, istri Itami sekaligus pemeran pengacara di Minbo, aktris Nobuko Miyamoto menerima teori ia menghabisi dirinya sendiri agar tak terjadi sirkus media lebih lanjut.

Dihabisi Yakuza?

Dan jika Itami tidak dihabisi tentunya, yakuza yang dipermalukan lewat film Minbo menjadi tersangka utamanya.

Jake Adelstein, Jurnalis Amerika Serikat yang banyak menulis mengenai dunia kriminal Jepang pada tahun 2008 dihubungi oleh seorang anggota Goto-gumi yang mengaku menyantroni kantor Itami bersama beberapa rekannya dan menyeretnya hingga ke beranda. 

Mereka kemudian mengacungkan pistol dan memberi dua pilihan "Loncat atau kami tembak!!", Itami memilih meloncat. Bos Goto-gumi, Tadamasa Goto dalam autobiografinya mengaku tidak pernah menyuruh anak buahnya untuk menyerang Itami pada tahun 1992 atau menghabisinya pada tahun 1997.

Mencoba Mengungkap Hal Yang Berbahaya

Meski begitu, Goto berujar di autobiografinya "Film "Minbo" jelas mempermalukan kami para yakuza, saya tak menyuruh siapapun tapi ketika saya tahu anggota saya mencelakai Itami, saya sangat bangga pada anak buah saya". 

Ada dugaan, Itami dihabisi bukan karena "Minbo", namun ia sedang mengerjakan proyek film sindiran terhadap yakuza lainnya yang menitik beratkan relasi yakuza dengan salah satu kelompok Buddhisme terbesar di Jepang dimana ada kemungkinan Tadamasa Goto banyak berkegiatan, sehingga Juzo Itami harus dibungkam secepatnya sebelum rampung. 

Hingga kini kematian Juzo Itami masih menyisakan misteri meski motif menghabisi dirinya sendiri lebih diterima hingga sekarang. (*)

*) Source : Inspecthistory

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru