Ada yang membandingkan antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Ganjar dianggap hanya petugas partai. Di atasnya ada partai dan ketua umum partai. Karena itu, gerakannya terbatas. Setiap keputusan strategisnya harus dikonsultasikan dengan partai.
Sebaliknya, Prabowo adalah ketua umum partai. Dia bukan petugas partai. Dia bahkan mungkin di atas partai. Keputusannya absolut. Siapa yang berani membantah?
Baca juga: Kejaksaan Sedang Siapkan ’Peti Mati’ Bagi Prabowo
Jika Ganjar tunduk pada partai, sebaliknya pada Prabowo: partai yang tunduk padanya. Lalu yang mana di antara tipe pemimpin ini yang cocok untuk Indonesia yang demokratis?
Baca juga: Aktivis dan Akademisi Deklarasi Dukungan pada Saiful Mujani
Seseorang yang duduk di kursi presiden memegang kekuasaan eksekutif yang sangat besar. Potensi untuk menjadi seorang diktator begitu tinggi. Karena itu, dia membutuhkan kekuatan lain di luar dirinya yang dia hormati dan bisa mengingatkan jika dia keliru. Dia membutuhkan partai dengan ideologi yang akan menuntun setiap kebijakannya.
Jika belum apa-apa sang tokoh sudah merasa atau diposisikan sebagai individu yang mengatasi semua, bagaimana nanti jika dia benar-benar ada di dalam kekuasaan? Siapa yang akan berani mengingatkan jika dia keliru? Apa landasan bagi setiap keputusannya?
Baca juga: Indonesia akan Beri Izin Bebas Lintas bagi Pesawat Militer Amerika Serikat
*) Source : saidiman
Editor : S. Anwar