Shadiq Pasadigoe, dari Staf Biasa Jadi Bupati 2 Periode
Dalam panggung politik dan birokrasi Sumatera Barat, M Shadiq Pasadigoe adalah contoh nyata dari sebuah ketekunan. Pria kelahiran Batusangkar, 8 Januari 1960 ini sukses merangkak dari bawah sebagai staf biasa hingga kini resmi melenggang ke Senayan sebagai Anggota DPR-RI periode 2024–2029 dari Partai NasDem (Nasional Demokrat).
Darah Pejuang di Balik Nama 'Pasadigoe'
Shadiq adalah putra dari Mohamad Saleh Kari Sutan (Pakiah Saliah) dan Asiah binti Syekh H.M. Said. Nama belakang Pasadigoe ternyata merupakan akronim dari Pakiah Saliah Digoel—sebuah penghormatan untuk sang ayah, pejuang kemerdekaan asal Nagari Rao-rao yang sempat dibuang Belanda ke Boven Digoel, Papua, pada tahun 1932.
Menyelesaikan sekolah di Batusangkar, Shadiq dikenal haus ilmu. Ia sukses meraih gelar Insinyur (Universitas Andalas, 1986), Sarjana Hukum (Universitas Ekasakti, 2000), dan Magister Manajemen (Universitas Negeri Padang, 2011).
Karier Gemilang: Dari Staf Dinas LLAJ Menuju Kursi Bupati
Shadiq mengawali perjalanannya sebagai PNS dari level terbawah pada tahun 1988 di Pemkab Tanah Datar, lalu lama meniti karier di Dinas LLAJ/Dishub Provinsi Sumbar hingga menjabat Wakil Kepala Dinas Peternakan Sumbar pada 2005.
Garis tangan membawanya kembali ke kampung halaman. Pada Pilkada langsung pertama tahun 2005, Shadiq terpilih menjadi Bupati Tanah Datar menggandeng Aulizul Syuib. Kepemimpinannya yang dinilai sukses membuat rakyat kembali mempercayainya untuk periode kedua (2010–2015) berpasangan dengan Hendri Arnis. Di masa ini, ia bahkan dipercaya menjadi Sekjen APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).
Setelah purnatugas sebagai bupati, Shadiq ditarik ke pusat melalui lelang jabatan. Ia sukses mengemban amanah sebagai Inspektur III Itjen Kemendagri (2016) dan menutup karier birokratnya sebagai Staf Ahli Menpan-RB (2017–2018).
Keluarga Politisi dan Pengabdian di Senayan
Dunia politik juga mengalir di keluarga Shadiq. Sang istri, Hj. Betti Shadiq Pasadigoe, merupakan alumni Akuntansi Unand yang sudah lebih dulu merasakan kursi DPR-RI periode 2014–2019 dari Partai Golkar. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai lima orang anak.
Sempat gagal pada Pemilu 2019, Shadiq membuktikan perjuangannya belum usai. Lewat Partai NasDem di Dapil Sumbar I pada Pemilu 2024, ia sukses meraup 50.458 suara sah dan resmi dilantik menjadi Anggota DPR-RI pada 1 Oktober 2024. Berbekal pengalaman matang sebagai birokrat dan mantan kepala daerah, Shadiq kini siap membawa aspirasi kemajuan Sumatera Barat di tingkat pusat!
Editor : S. Anwar