Pengendalian Kadar Ash dan Sulphur untuk Penuhi Spesifikasi Buyer China
Buyer dari Guangdong dan Fujian terkenal sangat ketat. Dua parameter yang sering bikin cargo ditolak atau kena penalti adalah Ash dan Suplhur. Penanganannya pun berbeda.
Bagian 1
Pengendalian Ash (Ampas Pembakaran)
Ash adalah material anorganik yang menurunkan efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Target buyer : 7% - 10% (ADB). 90% penyebabnya berasal dari operasional.
- Clean and Selective Mining ($0): Beri jeda 20-30 cm dari roof dan floor, pastikan stockpile di atas beton/baja. Turun 2% - 5%.
- Crushing & Screening ($1 - $2/ton) : Pecah ke ukuran 50 mm untuk memisahkan batu pengotor. Turun 1% - 3%.
- Coal Washing ($4 - $7/ton): Jika ash > 15%, pakai dense media separator untuk turunkan ke 7%. (Yield loss 10-15%).
Bagian 2
Pengendalian Sulphur (racun pembakaran)
Sulphur menyebabkan korosi dan emisi SOx.
Target buyer: Maksimal 1.10%. Unsur ini sudah menyatu secara kimia, jadi tidak bisa dibersihkan hanya dengan nambang biasa.
- Selective Seam Mining: Ambil bagian tengah seam yang bersih.
- Blending Method (paling favorit di Kalimantan Timur) : Campur batubara high sulphur dengan low sulphur. Contoh: 1.000 MT (1.59%) + 1.000 MT (0.50%) = 1.04% (Lolos spec!).
- Coal Washing : Melepaskan pirit (FeS2), turun 0.3% - 0.8% (sulphur organik tidak bisa dicuci).
Kesimpulan dan Rekomendasi Ekspor
Gunakan strategi kombinasi :
Ash: Atasi lewat Clean Mining & Crushing.
Sulphur: Atasi lewat Blending.
Hasilnya? Biaya operasional tetap rendah. Tidak perlu investasi washplant mahal, tapi cargo tetap stabil dan bisa dijual dengan skema HBA + Premium (lebih tinggi $5 - $8/ton dibanding cargo standar). (*)
Editor : S. Anwar