Sisi Kelam Eksekusi Presiden Irak Saddam Hussein
Tahun 2006. Eksekusi Presiden Irak, Saddam Hussein dilakukan pada hari-hari pertama Idul Adha yang penuh berkah, tepat di jam-jam subuh awal, merupakan penghinaan terhadap segala yang Arab dan Sunni.
Dan hingga kini, siapa pun masih bisa menontonnya saat dia mati di situs YouTube tanpa ada yang menghapus gambarnya. Tetapi bagaimana para penjaganya yang Amerika memperlakukannya dan bagaimana para pembunuhnya memperlakukannya!
Saddam Hussein Abdul Majid al-Tikriti yang bangkit dari kegelapan lupa untuk mendominasi negaranya dan memulai perang di berbagai penjuru Timur Tengah, sehingga menjadi musibah bagi tiga presiden Amerika, dan akhirnya menjadi korban terbesar dalam perang melawan terorisme, naik ke tiang gantungan.
Dia dikelilingi oleh pria-pria bertopeng, sebagian dari mereka mengganggunya dengan slogan-slogan sektarian keagamaan. Dan seorang pria meletakkan syal hitam di sekitar lehernya sambil mengumpatnya, lalu melemparkan tali gantungan di sekitar syal itu dan menariknya dengan keras.
Saddam berteriak kepada kerumunan : "Apakah kalian menganggap ini keadilan?"
Lalu salah seorang dari mereka berkata: "Pergilah ke neraka."
Dia menjawab: "Neraka Irak?"
Dia mulai melafalkan syahadat, Dan saat itu pintu di bawahnya terbuka, dia jatuh, dan lehernya patah. Dan di sini, pada saat kematiannya dan tiba-tiba kamera bergeser dan suara menghilang bersamaan dengan teriakan perayaan sektarian. Dan beberapa saat kemudian, gambar stabil pada wajahnya, tubuhnya tertutup bayangan.
Tetapi apa yang tidak bisa Anda lihat dalam klip ini adalah apa yang terjadi setelah itu, karena sementara jenazah Saddam dikeluarkan dari ruang eksekusi, sekelompok preman mulai memukulinya dan meludah padanya serta menghinanya, dan di dekat adegan itu, dua belas tentara Amerika berdiri, tetapi alih-alih kegembiraan, mereka diliputi perasaan sedih dan marah, hingga sebagian dari mereka menangis sementara kemarahan mendorong yang lain untuk menyerang kerumunan sebelum ditahan oleh rekan-rekannya.
Mereka ini adalah para tentara yang bertugas mengawasi Saddam selama di penjara dan dilarang berbicara dengannya, aturan yang segera mereka langgar ketika membangun hubungan kuat dengan presiden sebelumnya, bermain catur dengannya, dan bertukar cerita selama berbulan-bulan.
Salah seorang dari para tentara itu, Adam Rogerson, yang menangis atas kematiannya seolah kehilangan salah seorang anggota keluarganya, mengatakan : "Saya merasa seperti telah mengecewakannya, saya merasa seperti pembunuh dan seolah saya telah membunuh seorang pria yang dekat denganku."
Sedangkan yang lain, Steve Hutchinson, terkadang terbangun dalam keadaan panik di malam hari, mengharapkan melihat Saddam Hussein.
Bayangkan betapa perbedaannya antara perlakuan orang Amerika terhadap musuh-musuh Saddam dengan perlakuan para pengkhianat Iran Syiah yang sektarian terhadap jenazah putra negara mereka dan pemimpin mereka..!!
Editor : S. Anwar