Pekerjaan pembangunan irigasi P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) yang dikerjakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bintang Maulana di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, disoal warga. Warga Desa Komis menemukan ada sejumlah permasalahan dari pekerjaan irigasi P3A tersebut.
Warga yang ingin identitasnya disamarkan menjelaskan, dari hasil peninjauan masyarakat di lapangan, ada dugaan penyimpangan teknis pada pekerjaan pembangunan irigasi oleh P3A Bintang Maulana di Desa Komis. Dugaan penyimpangan tersebut diantaranya tidak ada mortar (adukan semen-pasir) pada pasangan batu.
Baca juga: Indikasi Ketidaksesuaian Dalam Proyek Irigasi di Desa Komis
Menurutnya, pekerjaan hanya berupa susunan batu tanpa mortar. Hal itu akan berdampak pada kekuatan dinding irigasi lemah, rawan roboh saat terkena tekanan air, serta tidak memenuhi standar konstruksi sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) dan pedoman teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Item lain dari pekerjaan irigasi P3A yang disoal warga Desa Komis ialah galian saluran dangkal, hanya sekitar ¼ dari kedalaman saluran. Sebagian besar dinding irigasi berada di atas muka tanah.
“Dampaknya, kapasitas tampung air kecil, berpotensi limpasan, gagal fungsi, dan menimbulkan kerusakan lingkungan. Lalu tidak ada galian pondasi dinding saluran. Batu pasangan diletakkan langsung di atas tanah. Itu menyebabkan dinding tidak stabil, berisiko longsor dan ambruk pada musim hujan, serta usia bangunan jauh di bawah standar teknis,” katanya melalui penjelasan yang disampaikan kepada Lintasperkoro.com pada Selasa, 2 September 2025.
Persoalan lain dalam pekerjaan irigasi P3A di Desa Komis ialah tidak ada papan nama kegiatan/informasi public. Di sekitar proyek pembangunan irigasi P3A, Pelaksana tidak memasang papan nama kegiatan.
“Itu bisa mengurangi transparansi, menutup akses informasi publik, dan mengindikasikan pelaksanaan tidak akuntabel. Kami menilai bahwa pembangunan irigasi ini tidak sesuai standar teknis, rawan gagal fungsi, dan berpotensi merugikan masyarakat serta keuangan negara,” ujarnya.
Ketua P3A Bintang Maulana Desa Komis, Rosy saat dimintai tanggapannya terkait dengan temuan warga tersebut, sampai berita ini tayang, belum memberikan ha jawab. (*)
Editor : Bambang Harianto