Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Minyak Atsiri di Desa Jatijejer

Reporter : Arif yulianto
Pelatihan dan pendampingan kepada warga Desa Jatijejer.

Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk dijadikan bahan baku atau bahan jadi dalam dunia industri. Misalnya tanaman atsiri, cengkeh, melati, jeruk nipis, dan beberapa hasil pertanian lainnya.

Guna mengoptimalkan hasil alam di Desa Jatijejer, sejumlah akademisi dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya hadir di Desa Jatijejer untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga Desa Jatijejer.

Baca juga: Kepala Desa Jatijejer : Selamat Beribadah Puasa Ramadhan, dan Sambut Idul Fitri 1446 H

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat, akademisi dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mendampingi masyarakat Desa Jatijejer untuk mengolah daun atsiri, cengkeh, melati, jeruk nipis, menjadi minyak yang bernilai ekonomi.

Tidak hanya memberikan pelatihan dan pendampingan, akademisi dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya juga memberikan bantuan mesin pengolahan sampai dengan packagingnya.

Kepala Desa Jatijejer, Akhmad Mujiono menyambut baik kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan oleh Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Kepala Desa Jatijejer berkata, Desa Jatijejer memiliki lahan pertanian yang luas.

Baca juga: Pemerintah Desa Jatijejer Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2025

Hasil pertanian tersebut selama ini kurang dioptimalkan olah warga Desa Jatijejer karena kurangnya keahlian dan teknologi pengolahan. Dengan hadirnya pihak Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Jatijejer melalui pemanfaatan hasil pertanian di wilayahnya.

“Kami menyambut baik program pelatihan dan pendampingan. Mohon kami juga diarahkan sampai proses perizinannya, tidak hanya sampai ke pembuatan produk saja. Izin dari Dinas Kesehatan, BPOM, dan instansi terkait. Semoga produk yang dihasilkan ini bisa diproduksi massal sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka lapanga kerja,” kata Kepala Desa Jatijejer, Akhmad Mujiono kepada Dosen Pembimbing dari Ubaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya di sela pelatihan dan pendampingan di Desa Jatijejer pada Rabu siang, 17 September 2025. (*)

Baca juga: Pangdam Beri Pembekalan Mahasiswa Ubaya

Pelatihan dan pendampingan pembuatan miyat atsiri kepada warga Desa Jatijejer.

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru