Pengusaha Temui Gubernur Jawa Timur untuk Rencana Investasi di Sektor Pertanian

Reporter : Mahmud
Gubernur Jawa Timur saat menemui Pengusaha

Sejumlah pengusaha kawakan dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di sektor pertanian di Provinsi Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikan saat menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur Jawa Timur pada Senin sore, 20 Oktober 2025.

Pengusaha yang bertemu dengan Gubernur Jawa Timur diantaranya Jamhadi (Direktur Utama PT Tata Bumi Raya), Sony Wibisono, Pras (PT Trisula), dan beberapa pengusaha lainnya. Sedangkan Gubernur Jawa Timur didampingi oleh jajarannya, seperti Adhy Karyono (Sekdaprov Jawa Timur), Dyah Wahyu Ermawati (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Daftar Upah Minimum Tahun 2026 di Provinsi Jawa Timur

Dalam pertemuan tersebut, Jamhadi mewakili pengusaha menyampaikan kepada Gubernur Jawa Timur bahwa pihaknya tartarik untuk berinvestasi di sektor pertanian di Jawa Timur karena potensinya yang masih besar. Komoditi yang akan dikembangkan ialah jagung dan padi.

Nilai investasi yang sedang disiapkan sebesar Rp 600 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap. Nilai investasi tersebut diperuntukkan untuk belanja penggilingan padi di setiap kabupaten dan kota di Jawa Timur serta penyediaaan lahan. Luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih 7.700 hektar (ha).

Dari kalkulasi Jamhadi, per hektar lahan ditargetkan bisa menghasilkan gabah 8 sampai 10 ton atau dalam bentuk beras mencapai 7 ton per hektar. Dan untuk jagung, ditargetkan menghasilkan 8 ton per hektar.

"Hasil panen akan diserap Bulog. Kami sudah kontrak dengan Bulog. Kami berani investasi di pertanian karena kami ingin merubah pola petani. Taraf hidup petani bisa bertambah. Bisa buka lapangan kerja baru di sektor pertanian. Untuk 1 hektar dibutuhkan 7 pekerja. Jika 7000 ha, kurang lebih membutuhkan 5000 tenaga kerja yang terserap di pertanian. Petani ada gajinya," kata Jamhadi di hadapan Gubernur Jawa Timur dan jajarannya.

Baca juga: Pesan Penting Cak Sholeh untuk Warga Kabupaten Gresik

Jamhadi menilai, alasan berinvestasi di Jawa Timur karena terdapat berbagai kemudahan. Proses perizinan mudah, tenaga kerjanya produktif, dan modal investasi cepat balik karena daya beli masyarakat Jawa Timur tinggi.

"Untuk pola investasinya ialah KSO (kerjasama operasi) yang dilakukan oleh PT Trisula dengan perusahaan kami," kata Jamhadi.

Pada kesempatan yang sama, Pras mewakili PT Trisula menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur dan jajaran yang telah menerimanya untuk memaparkan tentang investasi perusahannya di Jawa Timur. Dia menyebutkan, PT Trisula telah menggarap beberapa proyek termasuk di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Baca juga: Pemuda Pancasila Surabaya akan Usir Pendemo Khofifah yang Digagas Cak Sholeh

Menanggapi itu, Khofifah Indar Parawansa menyambut baik atas investasi di sektor pertanian oleh pengusaha di Jawa Timur. Menurut Khofifah, produktivitas pertanian di Jawa Timur tinggi.

"Untuk sektor pangan menjadi fokus Pemerintah Jawa Timur. Produksi jagung yang bagus di Ponorogo. Untuk padi, dalam waktu dekat ini akan panen raya di Kabupaten Ngawi," kata Khofifah. (*)

Editor : Zainuddin Qodir

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru