Pemuda Pancasila Surabaya akan Usir Pendemo Khofifah yang Digagas Cak Sholeh

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Baso Juherman (tengah)
Baso Juherman (tengah)
grosir-buah-surabaya

Rencana aksi demontsrasi besar-besaran yang digagas advokat Muhammad Sholeh atau Cak Sholeh di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Kota Surabaya, menuai pro dan kontra. Ajakan yang viral di media sosial ini mengundang elemen masyarakat Jawa Timur untuk ikut serta dalam aksi bertajuk “Rakyat Jawa Timur Menggugat” pada Rabu, 3 September 2025.

Dalam sebuah poster yang diunggah Cak Sholeh, tercantum ajakan untuk “Demo Turunkan Gubernur” di depan Grahadi. Aksi disebut akan dimulai pukul 10.00 WIB “sampai menang” dengan tiga tuntutan utama, yakni:

1. Penghapusan tunggakan pajak kendaraan bermotor roda dua dan empat.

2. Pengusutan dugaan korupsi dana hibah triliunan rupiah yang diduga melibatkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

3. Penghapusan segala bentuk pungutan liar (pungli) di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur.

Poster itu ditutup dengan kalimat: “Atas nama rakyat Jawa Timur.”

Menurut Cak Sholeh, gerakan ini terinspirasi dari aksi masyarakat di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, yang dinilai berhasil menekan Pemerintah Daerah. Ia berharap gerakan di Jawa Timur dapat menghadirkan perubahan signifikan dan memaksa Pemerintah Provinsi lebih berpihak kepada rakyat.

cctv-mojokerto-liem

Seruan yang digagas Cak Sholeh tersebut mendapat penolakan keras dari Pemuda Pancasila (PP) Kota Surabaya. Sekretaris DPC Pemuda Pancasila Surabaya, Baso Juherman, menegaskan Pemuda Pancasila Kota Surabaya tidak rela Kota Surabaya dijadikan panggung oleh kelompok yang hanya mencari popularitas pribadi.

“Kami dari Pemuda Pancasila Kota Surabaya tidak rela Kota Surabaya dikotori oleh aksi-aksi yang merusak. Kami juga akan bergerak mendukung Bu Gubernur dan mengusir pendemo yang hanya mencari popularitas pribadi,” tegas Baso Juherman pada Sabtu (23/8/2025).

Ia menambahkan, masyarakat sudah mengetahui bahwa Gubernur Jawa Timur, Khofifah bekerja keras setiap hari untuk kemajuan Jawa Timur.

“Semua orang tahu Bu Khofifah bekerja total untuk rakyat. Kami akan berdiri di belakang beliau,” tegas Baso.

Dengan adanya dua arus yang saling berseberangan ini, suasana politik di Jawa Timur menjelang 3 September 2025 diprediksi akan semakin memanas. Sementara pihak pendukung aksi Cak Sholeh terus menggalang massa. Pemuda Pancasila Surabaya memastikan akan menjaga kondusivitas Kota Pahlawan dari segala bentuk aksi yang dinilai merusak ketertiban. (*)