Kasus Pemukulan Guru SMPN 1 Trenggalek, Sidang Pemeriksaan Awang Kresna

Reporter : Arif yulianto
Awang Kresna Aji Pratama dan Eko Prayitno

Sidang perkara dugaan penganiayaan terhadap Eko Prayitno (48 tahun), Guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Trenggalek, terus bergulir di Pengadilan Negeri Trenggalek. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Trenggalek akan memeriksa Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama pada Selasa, 20 Januari 2026.

Agustini selaku Jaksa Penuntut Umum menguraikan, perkara dugaan penganiayaan terhadap Eko Prayitno yang dilakukan oleh Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama bermula pada Jum’at 31 Oktober 2025 sekira pukul 11.00 WIB. Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama dihubungi oleh orang tuanya yang bernama Budiono, yang menerangkan bahwa adik Awang Kresna Aji Pratama yang bernama Nadia menangis ketika pulang sekolah karena ada masalah di sekolahnya di SMP Negeri 1 Trenggalek.

Baca juga: Valentino Reivan Wijaya Jadi DPO Polresta Yogyakarta

Handphone milik Nadia tersebut disita dan dirusak oleh Guru yang bernama Eko Prayitno (saksi korban). Oleh karena itu, Budiono mengajak Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama untuk menemui Eko Prayitno di rumahnya, alamat Dusun Sigit, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. 

Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama berangkat dari rumahnya, sedangkan Budiono berangkat dari rumahnya. Setelah sampai di dekat rumah Eko Prayitno, Awang Kresna Aji Pratama menghubungi Budiono.

Ternyata Budiono tidak jadi berangkat dan menyuruh Awang Kresna Aji Pratama untuk menemui Eko Prayitno sendirian. Lalu Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama menghubungi Eko Prayitno melalui telpon, yang dijawab oleh istri Eko Prayitno.

Istri Eko Prayitno menyampaikan jika Eko Prayitno sedang Jum’atan. Kemudian Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama menyampaikan jika akan datang ke rumah untuk menemui Eko Prayitno.

Sekira pukul 12.30 WIB, Awang Kresna Aji Pratama sampai di depan rumah Eko Prayitno di Dusun Sigit, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Awang Kresna Aji Pratama melihat Eko Prayitno baru datang di rumahnya.

Awang Kresna Aji Pratama menghampiri Eko Prayitno dan menyampaikan jika Awang Kresna Aji Pratama merupakan kakak dari siswinya yang bernama Nadia. Awang Kresna Aji Pratama langsung menanyakan  alasan handphone milik Nadia disita hingga diceburkan ke dalam air.

Baca juga: Pensiunan PNS Jadi Tersangka Penganiayaan di Kabanjahe

Eko Prayitno menyampaikan jika handphone tersebut benar disita, namun tidak diceburkan ke dalam air. Selanjutnya Awang Kresna Aji Pratama menanyakan bukti jika handphone tersebut memang benar-benar tidak diceburkan ke dalam air oleh Eko Prayitno.

Eko Prayitno menyampaikan, jika Terdakwa Awang Kresna Aji Pratama meminta bukti supaya Awang Kresna Aji Pratama datang ke SMP Negeri 1 Trenggalek. Karena Awang Kresna Aji Pratama membutuhkan bukti saat itu dengan tujuan supaya Awang Kresna Aji Pratama pulang ke rumah bisa menjelaskan kepada Bapak (Budiono) dan adiknya (Nadia) jika handphone tersebut dalam keadaan baik, namun Awang Kresna Aji Pratama tetap meminta Eko Prayitno menunjukkan bukti pada saat itu.

Namun Eko Prayitno tetap menjelaskan buktinya bisa dilihat besok di SMP Negeri 1 Trenggalek. Menurut Awang Kresna Aji Pratama, Eko Prayitno tetap berbelit-belit serta menggunakan nada yang membentak Awang Kresna Aji Pratama, hingga membuat Awang Kresna Aji Pratama emosi.

Kemudian Awang Kresna Aji Pratama langsung mencengkram kerah pakaian sekaligus leher Eko Prayitno mengunakan tangan kanan dengan tenaga yang kuat, setelah itu Awang Kresna Aji Pratama memukul mengunakan tangan kiri yang sedang memegang handphone sebanyak 3 kali mengenai pipi bagian kanan.

Baca juga: Duel Panitia Vs MABA Universitas Trunojoyo Madura Masuk Ranah Hukum

Setelah itu, Awang Kresna Aji Pratama melepas cengkraman tangan kanan Awang Kresna Aji Pratama dari kerah dan leher Eko Prayitno, kemudian Awang Kresna Aji Pratama mengancam akan membakar rumah Eko Prayitno jika tidak menunjukkan bukti handphone milik Nadia dalam keadaan baik dan tidak rusak. Setelah itu Awang Kresna Aji Pratama pulang.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh Awang Kresna Aji Pratama Eko, Prayitno merasa tertekan dan takut serta mengalami luka lecet sekira 4,5 cm di leher bagian kanan, sehingga terasa sakit namun masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari, sebagaimana Visum et Repertum dari RSUD Dr Sudomo Trenggalek Nomor: 400.7.28/3183/406.010.001/2025 tanggal 31 Oktober 2025, yang ditanda tangani oleh dokter Fahri Sulistyo W, sebagai dokter IGD RSUD Dr Sudomo Trenggalek .

Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka lebam berwarna merah berukuran panjang empat koma lima sentimeter dan lebar tiga millimeterberupa garis mendatar pada leher kanan akibat kekerasan benda tumpul.

Perbuatan terdakwa Awang Kresna Aji Pratama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. (*)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru