PT PNM Apparel Jaya Kantongi Izin Fasilitas Kawasan Berikat

Reporter : Redaksi
Pabrik PT PNM Apparel Jaya

Perusahaan garmen asal Temanggung, PT PNM Apparel Jaya, terima izin fasilitas kawasan berikat dari Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta pada Senin (19/10/2026). Pemberian fasilitas ini berpotensi serap 1.350 tenaga kerja hingga 2030, seiring rencana ekspansi dan penambahan kapasitas produksi.

PT PNM Apparel Jaya merupakan perusahaan manufaktur garmen yang berlokasi di Kabupaten Temanggung. Perusahaan ini memproduksi pakaian untuk pasar global, termasuk merek fesyen internasional H&M. Produknya diekspor ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Polandia, dan Tiongkok.

Baca juga: PT Sintec Industri Indonesia Ngawi Kantongi Izin Kawasan Berikat dari Bea Cukai

PT PNM Apparel Jaya telah mempekerjakan 600 tenaga kerja pada 2026 dan memproyeksikan jumlahnya meningkat menjadi 1.350 orang pada 2030. Selain penyerapan tenaga kerja, perusahaan tersebut mencatat nilai investasi sebesar Rp40 miliar pada 2026. Nilai investasi ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp50 miliar pada 2030.

Baca juga: PT Playworks Industry Indonesia Diberikan Fasilitas Kawasan Berikat

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Agus Yulianto, menyampaikan bahwa pemberian fasilitas kawasan berikat merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam mendukung perkembangan industri dan perekonomian daerah.

Fasilitas kawasan berikat memberikan kemudahan kepabeanan berupa penangguhan bea masuk serta tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI) atas bahan baku yang diolah menjadi barang ekspor. Kemudahan ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi biaya operasional dan logistik sehingga dapat menunjang daya saing usaha.

Baca juga: PT Kimia Jiuding Indonesia Diberi Fasilitas Kawasan Berikat

“Dengan fasilitas ini, kami berharap kegiatan industri PT PNM Apparel Jaya terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Pertumbuhan perusahaan juga diharapkan mendukung industri tekstil nasional dan perekonomian Kabupaten Temanggung,” pungkas Agus. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru