Habib Baqir tentang Alhabib Alwy bin Salim Alaydrus

Reporter : Redaksi
Habib Alwy bin Salim Alaydrus

Habib Baqir bin Sholeh Maulad Dawilah berkata, dahulu sewaktu saya duduk bersama Alhabib Abdulqodir bil Faqih (Murobbinya Alhabib Alwy yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Darul Hadits Alfaqihiyyah), ada orang yang datang kemudian wadul /bilang kepada Habib AbdulcQodir Bil Faqih bahwa dia melihat Habib Alwy bin Salim Alaydrus memakai celana dan safari dengan memakai kopyah hitam (sewaktu beliau masih menjadi Dosen Institur Agama Islam Negeri /IAIN ).

Akan tetapi, Sang guru tidak marah dan malah berkata, "Wahai Fulan. Aku tidak kuasa dengan dia (Habib Alwy) karena Alwy mendapatkan nadzroh langsung dari kakeknya Al Imam Alhabib Abdullah bin Abubakar Alaydrus (Shohib Rotib Alaydrus).

Habib Alwy adalah murid kesayangan Alhabib Abdulqodir Bilfaqih. Bagaimana tidak. Sewaktu Habib Abdulqodir Bilfaqih masih berada di hadromaut sebelum hijrah ke Indonesia, Alhabib Abdulqodir sudah diberi isyaroh oleh gurunya, yaitu Alhabib Abdullah Bin Umar Asy syathiri (ayah dari Habib Salim Asy Syathiri). 

Beliau berkata, "Ya Abdulqodir. Engkau nanti bakal punya murid yang bernama Alwy. Perhatikanlah dia". 

Habib baqir berkata bahwa Habib Alwy ini adalah orang yang 'Adhim (agung ), baek dari ilmunya, akhlaknya, kezuhudan serta kewaro'annya. Habib Baqir pun berkata bahwa Habib Alwy ini mempunyai otak emas. Karena sangking pandai dan keluasan ilmunya.

Ketika Alhabib Alwy masih berusia belasan, beliau bermimpi Sayyidah Fathimah yang menyuruhnya membaca sholawat karangan Imam Aljazuly. Mimpi itu berulang sampai 3x hingga akhirnya beliau bertanya kepada gurunya, yaitu Alhabib Abdulqodir Bilfaqih perihal mimpinya itu.

Kemudian Habib Abdulqodir berkata, "Wahai Alwy, itu adalah Sholawat Dalailul Khoirot. Bacalah", yang kemudian diijazahkan kepada Habib Alwy.

Belum genap satu tahun, beliau mendawamkan dalail tersebut, futuhat beliaupun terbuka. Hingga jika beliau membaca kitab, maka beliau sudah mengetahui bakalan lanjutan kitab halaman sesudahnya itu berisi dan tertulis apa. Sehingga meski umur belasan, beliau telah dakwah kemana mana.

Pernah sewaktu ada bahsul masail Nahdlatul Ulama (NU), ada 2 kyai besar, yaitu kyai Imam Subakir dan kyai Nachrowi  di Malang sedang membahas sesuatu hingga terjadi perdebatan sengit karena masing-masing kyai merasa benar. Hingga akhirnya permasalahan tersebut belum bisa terselesaikan. Kemudian para kyai bermusyawarah dan memutuskan.

Dan akhirnya MC (Master of Ceremony) acara menginformasikan boleh kepada para peserta yang hadir bahsul masail untuk membantu/ mencoba menyelesaikan masalah tersebut secara ilmiyah. Kemudian ada Kyai Dahlan (Abah dari Kyai Ahmad Shuyuti / Gus Mad) berkata kepada peserta bahsul masail bahwa ini ada Habib Alwy Alaydrus (yang waktu itu beliau masih muda). Beliau Min Dzurriyyatir Rosul akan memberikan pengarahan.

Habib Alwy yang nasih tergolong muda itu pun maju ke depan dan berkata bahwa tadi salah satu kyai yang membaca kitab itu ada yang salah i'robnya. Kalau salah i'robnya, maka salah juga maknanya.

Dan yang betul adalah i'robnya seperti ini, dan begini begini. Kemudian Habib Alwy pun menjabarkan hingga detail menggunakan rujukan kitab alfiah dan lain-lain. Maka selesailah perdebatan dan terselesaikanlah bahsul masail waktu itu.

Habib Baqir Mauladdawilah mengetahui kebesaran Alhabib Alwy ini adalah dari Alhabib Abdulqodir bilfaqih, sehingga beliau selalu mengawal dan mengikuti kemanapun Habib Alwy berdakwah hingga akhir hayatnya.

Semoga kita mendapatkan i'tibar dari cerita diatas dan mendapatkan nadzroh dari Al ustadz Alhabib Alwy bin Salim Alaydrus. Aamiin. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru