Perjuangan Fadly Amran Menjadi Walikota Padang

Reporter : Redaksi
Fadly Amran

Setiap pemimpin hebat selalu memiliki cerita di balik layar tentang bagaimana karakter mereka ditempa oleh prinsip dan kerja keras. Hal inilah yang melekat pada sosok Fadly Amran, B.B.A., gelar Datuak Paduko Malano. Di balik posisinya yang kini mentereng sebagai Walikota Padang periode 2025–2030, terdapat kisah perjuangan anak muda yang berani keluar dari zona nyaman demi mengejar impiannya secara mandiri.

Bagi masyarakat Sumatra Barat, nama besar sang ayah, almarhum Amran Sutan Sidi Sulaiman, adalah jaminan nama besar. Sang ayah merupakan tokoh pengusaha Muhammadiyah legendaris yang mendirikan imperium pendidikan dan kesehatan melalui Yayasan Pendidikan Baiturrahmah serta Rumah Sakit Siti Rahmah di Padang. Namun, status sebagai anak dari keluarga terpandang tidak lantas membuat Fadly manja dan berpangku tangan.

Berani Beda: Perdebatan Sengit demi Kuliah Bisnis di Amerika

Titik balik kemandirian Fadly Amran dimulai selepas ia lulus dari SMA Negeri 1 Padang pada tahun 2005. Kala itu, sang ayah mendorong keras agar semua anaknya menempuh jalur medis menjadi dokter, mengikuti jejak kakak-kakaknya yang seluruhnya berprofesi sebagai dokter. Sang ayah bahkan sudah memintanya bersiap kuliah kedokteran di Jakarta.

Namun, Fadly memiliki pandangan lain. Lahir dengan intuisi bisnis yang kuat, ia bersikeras untuk mendalami ilmu manajemen dan keuangan. Perdebatan pun tak terhindarkan. Dengan keteguhan hati yang luar biasa, Fadly tetap memilih berangkat ke Amerika Serikat demi mengejar impiannya.

Perjuangan itu berbuah manis. Ia sukses merengkuh gelar Associate of Arts and Science (A.A.S.) dari Shoreline Community College, dan melanjutkan studinya hingga meraih gelar Bachelor of Arts in Business Administration (B.B.A.) bidang Finance dari Universitas Seattle pada tahun 2009.

Pulang Kampung: Memulai Bisnis Mandiri dari Sebuah Warnet

Ujian kemandirian yang sesungguhnya terjadi saat ia kembali ke tanah air pada tahun 2009. Alih-alih langsung duduk manis menikmati fasilitas bisnis keluarga, Fadly memilih merintis usahanya sendiri benar-benar dari bawah. Langkah pertamanya dimulai dengan membuka sebuah warung internet (warnet).

Dari modal usaha kecil-kecilan itulah ia belajar mengelola arus kas, memahami kebutuhan pasar, dan menghadapi dinamika dunia usaha secara nyata. Konsistensi dan kerja kerasnya pelan-pelan membuahkan hasil. Dari bisnis warnet, usahanya menggurita hingga ia berhasil mendirikan PT Bangun Harapan Indonesia dan PT Arfa Bangun Perkasa yang bergerak di bidang pusat kebugaran, olahraga, hingga ritel.

Keberhasilan ini juga melambungkan namanya di kancah organisasi. Ia dipercaya memimpin institusi bergengsi, mulai dari Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padang, Ketua KNPI Kota Padang, hingga puncaknya didapuk sebagai Ketua KNPI Sumatra Barat.

Pengabdian Tanpa Batas: Dari Serambi Mekkah Menuju Ibu Kota Provinsi

Kematangan berpikir sebagai pengusaha mandiri dan jenderal organisasi kepemudaan inilah yang menjadi modal berharga ketika Fadly memutuskan terjun ke dunia politik. Langkah pertamanya langsung menggebrak saat ia memenangkan Pilkada Padang Panjang 2018 dan sukses memimpin kota berjuluk Serambi Mekkah itu hingga tahun 2023 dengan berbagai prestasi nasional.

Puncaknya, pada Pilkada Serentak 2024, panggilan untuk mengabdi di tanah kelahiran membawanya pulang ke Kota Padang. Berpasangan dengan tokoh ulama Maigus Nasir, duet visioner ini berhasil memenangkan hati masyarakat dengan meraup suara mutlak sebesar 55,17 persen. Melalui proses yang konstitusional, Fadly Amran akhirnya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

Kini, bersama sang istri tercinta, dr. Dian Puspita yang merupakan seorang dokter spesialis jantung dan paru, serta putra kecil mereka Ashraf, Fadly siap menghibahkan waktu dan energinya untuk kemajuan Kota Padang.

Perjalanan hidup Fadly Amran adalah sebuah pembuktian nyata yang bikin bangga: bahwa kehormatan sejati tidak diwariskan, melainkan dijemput melalui keteguhan prinsip, kerja keras, dan keberanian untuk merintis jalan secara mandiri. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru