Menjaga stabilitas moneter dan roda perdagangan sebuah negara kepulauan sebesar Indonesia bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan ketajaman analisis, integritas tanpa kompromi, dan jam terbang internasional yang matang. Semua kualitas langka itu melekat erat pada sosok Rachmat Saleh.
Pria kelahiran pada 1 Mei 1930 ini merupakan salah satu begawan ekonomi legendaris Indonesia. Jejak pengabdiannya di dunia keuangan nasional terukir abadi lewat rekor kepemimpinannya selama satu dekade penuh (1973–1983) sebagai Gubernur Bank Indonesia, sebelum akhirnya didapuk menjadi Menteri Perdagangan era Orde Baru.
Baca juga: Bergabung di Bank Indonesia Melalui Special Hire dan Tenaga Kerja PKWT
Mengawali Karier dari Bawah hingga Diutus ke India dan Amerika
Rachmat Saleh adalah bukti nyata bahwa proses dan ketekunan tidak pernah mengkhianati hasil. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) ini tidak langsung mendapatkan jabatan empuk. Ia merintis kariernya benar-benar dari bawah di Bank Indonesia (BI) sejak tahun 1956, dengan posisi awal sebagai pegawai staf umum di Bagian Ekonomi Statistik.
Kecerdasan dan ketelitiannya dalam membedah data makroekonomi membuat bakatnya cepat terendus oleh pimpinan. Tak butuh waktu lama, BI mulai mengirimnya ke berbagai belahan dunia untuk memperdalam ilmu perbankan sentral.
Ia sempat ditempatkan untuk menimba ilmu di Reserve Bank of India di Bombay. Setelah itu, Rachmat diberi tanggung jawab besar sebagai wakil sementara pada kantor perwakilan Bank Indonesia di Amerika Serikat. Tak berhenti di sana, pada tahun yang sama, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai sekretaris pembantu pada perwakilan Republik Indonesia di Amsterdam, Negeri Belanda.
Nakhoda Moneter Satu Dekade dan Penerus Estafet Radius Prawiro
Pengalaman internasional yang sangat kaya di Asia, Amerika, dan Eropa itulah yang membentuk Rachmat Saleh menjadi bankir sentral yang tangguh dan bervisi luas. Sekembalinya ke tanah air, reputasi kepemimpinannya kian mengkilap.
Baca juga: Teater Geo Juara Lomba Drama Teatrikal yang Digelar Perpustakan BI
Titik balik kariernya terjadi pada tahun 1972. Saat itu, Gubernur Bank Indonesia, Drs. Radius Prawiro, diangkat oleh Presiden Soeharto untuk menduduki kursi Menteri Perdagangan. Kepergian Radius meninggalkan kekosongan besar di pucuk pimpinan bank sentral. Berkat kompetensinya yang tanpa tanding, Rachmat Saleh langsung ditunjuk untuk naik menggantikan posisi sang senior.
"Rachmat Saleh terbukti sukses menjaga stabilitas moneter nasional selama 10 tahun penuh. Uniknya, perjalanan karier Rachmat seolah mengulangi persis jejak pendahulunya: usai satu dekade mengawal Bank Indonesia, ia kembali meneruskan estafet kepemimpinan Radius Prawiro dengan dilantik menjadi Menteri Perdagangan dalam Kabinet Pembangunan IV (1983–1988)."
Di bawah komandonya di Kementerian Perdagangan, Indonesia berhasil merumuskan berbagai strategi taktis untuk mendorong ekspor non-migas dan memperkuat daya saing komoditas lokal di pasar global.
Akhir Hayat Sang Penjaga Benteng Moneter
Baca juga: Awas Penipuan Atas Nama PT Bank Syariah Indonesia
Rachmat Saleh mengembusen napas terakhirnya pada 11 Februari 2018 dalam usia 87 tahun. Ia pergi dengan meninggalkan warisan berharga berupa sistem perbankan sentral yang kokoh, rapi, dan berintegritas tinggi.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjangnya yang bersih dan berwibawa, nama Rachmat Saleh akan selalu dikenang dalam sejarah perekonomian nasional sebagai salah satu penjaga benteng moneter terbaik yang pernah dimiliki oleh Republik Indonesia. (*)
*) Source : Nasrul Koto PSU
Editor : S. Anwar