Wabup Sidoarjo Diminta Gelar Operasi Pekat di Arena Sabung Ayam di Klurak

avatar Arif yulianto
  • URL berhasil dicopy
Catatan sabung ayam di Desa Klurak dan beberapa ayam jago yang siap bertarung.
Catatan sabung ayam di Desa Klurak dan beberapa ayam jago yang siap bertarung.
grosir-buah-surabaya

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelorakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, dinilai tidak mampu menyentuh arena perjudian sabung ayam di Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Padahal, perjudian di wilayah Desa Klurak marak dan belum ada proses hukum terhadap para pelakunya.

“Karena Wabup Sidoarjo hanya mampu menertibkan tempat-tempat karaoke. Sedangkan arena sabung ayam yang jelas mengganggu ketertiban masyarakat, seakan dibiarkan. Disitu diduga kuat ada praktik judi,” kata seorang warga berinisial D kepada Lintasperkoro pada Minggu, 19 Juli 2026.

Maraknya aktivitas sabung ayam di Desa Klurak tampak pada Sabtu, 18 Juli 2026. Puluhan ayam jago sudah dipersiapkan oleh pengadunya. Panitia juga bersiap menjadi wasit diantara 2 ayam jago yang bertarung. Dan pemenangnya berhak mendapatkan pundi-pundi rupiah yang dibagi dengan panitia arena sabung ayam di Desa Klurak.

Meski keresahan masyarakat Desa Klurak sudah diubun-ubun, namun tak ada penegak hukum maupun penegak Peraturan Daerah (Perda) yang berani menertibkan dan menangkap para pelakunya. Dia juga heran dengan aparat Polsek Candi yang belum juga mengamankan para pelaku.

“Polsek Candi pernah menertibkan arena sabung ayam di Desa Klurak. Tapi cuma membongkar dan mengamankan barang bukti. Sedangkan pelakunya dibiarkan saja tanpa proses penyelidikan. Akibatnya, pelaku kembali menggelar sabung ayam yang diikuti tidak hanya warga sekitaran Kecamatan Candi, tapi banyak pula dari luar kecamatan,” jelasnya.

Harapannya, Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana tegas dan tanpa pandang pilih untuk memberantas penyakit masyarakat di wilayah Sidoarjo tak terkecuali hajatan sabung ayam diduga disertai perjudian di Desa Klurak. Jika dibiarkan terus menerus, dia khawatir akan dampak sosial yang dialami warga Desa Klurak.

Dampak sosial tersebut timbul sebagai akibat dari penyelenggaraan sabung ayam di Desa Klurak, seperti tindakan kriminal dan lainnya. Karena pelaku yang kalah judi, kebanyakan gelap mata yang berujung pada perilaku kriminal.

“Untuk mengantisipasi itu, kami mohon kepada Ibu Mimik, sidak (inspeksi mendadak) arena sabung ayam di Desa Klurak. Terutama pada Sabtu dan Minggu, ramai pelakunya dan pengunjungnya. Proses hukum para pelakunya agar ada efek jera,” harapnya. (*)