Profil Kompol Syarifah Chaira Sukma, Sang Ayah Gugur dalam Tsunami Aceh

Reporter : Redaksi
Syarifah Chaira Sukma

Komisaris Polisi (Kompol) Syarifah Chaira Sukma yang akrab disapa Kak Ipah, merupakan sosok perwira Polisi Wanita (Polwan) lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) yang dikenal melalui perjalanan karier dan kiprahnya dalam penegakan hukum. Namanya menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam pengungkapan kasus klinik kecantikan ilegal Ria Beauty.

Di balik kiprahnya tersebut, tersimpan kisah pengabdian keluarga yang menyentuh hati, yakni perjuangannya meneruskan jejak sang ayah yang gugur ketika menjalankan tugas saat bencana tsunami Aceh pada Desember 2004.

Baca juga: Oknum Polres Aceh Selatan Dipecat Usai Rampok Toko Emas Amin Setia

Meneruskan Jejak Sang Ayah

Syarifah Chaira Sukma merupakan putri dari almarhum Brigadir Jenderal Polisi (Anumerta) Sayed Hoesainy, yang pernah menjabat sebagai Kapolresta Banda Aceh dan Kabid Humas Polda Aceh.

Sang ayah gugur dalam bencana tsunami Aceh pada Desember 2004. Kepergian tersebut meninggalkan kisah pengabdian seorang anggota Polri yang menjadi bagian dari sejarah kelam bencana besar di Tanah Air.

Bagi Syarifah, memilih jalan pengabdian sebagai anggota Polri memiliki makna tersendiri. Ia mengikuti jejak sang ayah dengan menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian dan membangun kariernya sebagai perwira Polwan.

Perjalanan tersebut menjadi gambaran tentang bagaimana semangat pengabdian dapat diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bukan sekadar mengikuti profesi orang tua, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk menjalankan tugas kepolisian dengan penuh dedikasi.

Perjalanan Karier dan Pengabdian

Sepanjang perjalanan dinasnya, Syarifah pernah mengemban sejumlah jabatan di lingkungan kepolisian, baik di wilayah Aceh maupun Jakarta.

Pada tahun 2014, ketika masih berpangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu), Syarifah Chaira Sukma pernah bertugas sebagai Kapolsek Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Dalam masa tugasnya, ia turut menangani pengungkapan kasus penyelundupan atau pengoplosan minyak mentah.

Kariernya kemudian berlanjut di wilayah Jakarta. Ia pernah menjabat sebagai Wakapolsek Tamansari, Jakarta Barat, dan terlibat dalam pelaksanaan program Vaksin Merdeka Anak secara door to door. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi anak.

Syarifah juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Cakung, Jakarta Timur. Dalam posisi tersebut, ia menangani berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk kasus pembuangan bayi yang menjadi perhatian publik.

Baca juga: Polda Aceh Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Pegunungan Geumpang

Pada tahun 2024, Syarifah Chaira Sukma bertugas sebagai Kasubdit 5 atau Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pengalaman di bidang reserse kriminal umum tersebut memperkuat rekam jejaknya dalam penanganan perkara yang membutuhkan ketelitian, penyelidikan, dan penegakan hukum.

Menjadi Sorotan dalam Kasus Ria Beauty

Nama Kompol Syarifah Chaira Sukma semakin dikenal luas setelah penanganan kasus klinik kecantikan ilegal Ria Beauty. Kasus tersebut menarik perhatian masyarakat dan membuat kiprahnya sebagai aparat penegak hukum menjadi sorotan.

Pengungkapan perkara yang mendapat perhatian publik kerap membawa tantangan tersendiri bagi anggota kepolisian, mulai dari proses penyelidikan hingga penanganan perkara sesuai ketentuan hukum. Dalam konteks inilah, nama Syarifah menjadi salah satu figur Polwan yang diperbincangkan masyarakat.

Setelah penanganan kasus tersebut, Syarifah mengalami mutasi jabatan. Berdasarkan pemberitaan pada Desember 2024, ia dipercaya mengemban posisi Pejabat Sementara (PS) Kasat Binmas Polres Metro Bekasi Kota.

Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Tanpa keterangan resmi yang memastikan adanya hubungan sebab-akibat, perpindahan jabatan tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai hukuman atau tindakan balasan atas pengungkapan kasus Ria Beauty.

Baca juga: Ipda Panji Arjunsyah Putra, Kapolsek Kota Masohi Meninggal Dunia

Pengabdian yang Lebih dari Sekadar Jabatan

Kisah Kompol Syarifah Chaira Sukma bukan hanya tentang seorang Polwan yang namanya dikenal publik setelah menangani kasus menonjol. Di balik seragam dan pangkat yang disandangnya, terdapat perjalanan panjang seorang anak yang meneruskan profesi sang ayah, seorang perwira Polri yang gugur di tengah tragedi tsunami Aceh.

Dari Aceh hingga Jakarta, dari tugas kewilayahan hingga penanganan perkara, perjalanan kariernya menggambarkan dinamika pengabdian seorang anggota kepolisian. Ia juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap anggota Polri terdapat kisah keluarga, tanggung jawab, dan pilihan hidup yang tidak selalu mudah.

Pengabdian sang ayah menjadi bagian penting dari kisah hidupnya. Sementara itu, perjalanan Syarifah Chaira Sukma sendiri terus dinilai melalui pelaksanaan tugas, profesionalisme, dan kontribusinya kepada masyarakat.

Sebab, meneruskan jejak pengabdian bukan hanya tentang mengikuti langkah orang tua, melainkan tentang menjaga amanah dan membuktikan diri melalui pekerjaan yang dijalankan. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru