Kisah Nabi Muhammad dan Pohon Sahabat

Reporter : Redaksi
Pohon Al Buqayawiyya

Pohon Sahabat, yang dikenal sebagai Pohon yang Diberkati atau Pohon Al Buqayawiyya, adalah pohon pistachio yang terletak di gurun di utara Yordania. Pohon ini dijuluki sebagai "sahabat Nabi yang masih hidup" karena diyakini sebagai saksi bisu masa kecil Nabi Muhammad. 

Kisah Pertemuan di Bawah Pohon Sekitar 1400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad muda (berusia sekitar 9-12 tahun) melakukan perjalanan ke Suriah bersama pamannya, Abu Talib. 

Baca juga: Ayub, Warga Krembangan Bhakti Surabaya Gelar Aqiqah, Dihadiri Habib Musthofa Jamal Al Aydrus

Di tengah teriknya gurun, kafilah berhenti untuk beristirahat di Safavid, Yordania. 

Menurut sejarah, ada dua mukjizat pada waktu itu. Ketika Nabi Muhammad duduk di bawah pohon, cabang-cabangnya secara ajaib menunduk untuk memberikan naungan maksimal. 

Awan yang menaungi. Seorang pendeta Kristen bernama Bahira mengamati kafilah dan melihat awan yang selalu mengikuti dan menaungi Nabi Muhammad ke mana pun beliau pergi.

Baca juga: Air Mata Nabi : Tragedi Husain di Karbala

Pengakuan Pendeta Bahira melihat tanda-tanda kenabian ini. Bahira mengundang seluruh rombongan untuk makan siang. Setelah memeriksa ciri fisik Muhammad, termasuk tanda di bahunya, Bahira percaya bahwa anak itu adalah calon Nabi terakhir yang telah dirumorkan dalam kitab-kitab sebelumnya. 

Kemudian ia menasihati Abu Talib untuk segera membawa Muhammad kembali ke Mekah demi keselamatannya. 

Baca juga: Bani Shaybah Penjaga Kunci Kabah

Kondisi Saat Ini 

Pohon ini masih tumbuh subur hingga kini di tengah gurun yang sangat kering, tanpa tanaman lain di sekitarnya sejauh bermil-mil. Keberadaannya dikelola oleh Pemerintah Yordania dan menjadi tujuan ziarah populer bagi umat Muslim yang ingin memperingati sejarah awal kenabian. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru