Presiden China, Xi Jinping berhasil membawa negaranya menjadi se-powerful sekarang, bagaimana kisah hidupnya?
Xi Jinping lahir pada 15 Juni 1953 di Beijing. Hidupnya cukup unik karena dia bukan cuma tumbuh sebagai anak pejabat tinggi, tapi juga pernah jatuh ke titik paling bawah saat keluarganya dihantam Revolusi Kebudayaan di China.
Baca juga: Upaya China Menguasai Taiwan Dalam 90 Hari ke Depan
Ayahnya, Xi Zhongxun, adalah tokoh penting Partai Komunis China. Tapi ketika Cultural Revolution dimulai tahun 1966 di bawah Mao Zedong, keluarganya dianggap bermasalah secara politik. Ayahnya dipenjara dan keluarganya ikut terkena dampak sosial besar.
Saat remaja, Xi Jinping dikirim ke desa miskin bernama Liangjiahe di Provinsi Shaanxi
la dikirim untuk "re-edukasi" seperti jutaan pemuda China lainnya waktu itu. Dia tinggal di gua tanah tradisional, kerja kasar di desa, angkut gandum, gali parit, dan hidup dengan kondisi keras selama bertahun-tahun.
Pengalaman itu sering disebut sebagai titik yang membentuk mental dan gaya kepemimpinannya. Xi pernah bilang bahwa masa hidup di desa membuatnya memahami rakyat biasa dan bertahan dalam tekanan.
Menariknya, Xi Jinping sempat berkali-kali ditolak masuk Partai Komunis China karena latar belakang keluarganya. Tapi akhirnya dia diterima pada 1974. Setelah itu karier politiknya naik perlahan, bukan langsung jadi elite pusat.
Baca juga: Analisis China Tidak Ikut Campur dalam Perang Iran Israel dan Amerika Serikat
Dia kuliah di Tsinghua University jurusan teknik kimia.
Setelah lulus, dia membangun karier politik dari daerah-daerah kecil: Hebei, Fujian, Zhejiang, lalu Shanghai. Banyak analis melihat karier Xi berbeda dari "politisi instan" karena dia menghabiskan puluhan tahun di pemerintahan lokal sebelum naik ke pusat kekuasaan.
Tahun 2012, Xi Jinping resmi menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis China. Posisi tersebut paling kuat di negara itu. Tahun berikutnya, dia menjadi Presiden China.
Baca juga: Sun Yat Sen, Tokон Revolusi Yang Lahir Dari Akar Hakka
Di bawah kepemimpinannya, China berubah sangat agresif dalam banyak bidang: memperkuat ekonomi dan teknologi, membangun pengaruh global lewat proyek Belt and Road Initiative, memperbesar kekuatan militer, memperketat kontrol internet dan politik dalam negeri, serta mendorong nasionalisme China.
Hari ini, China di bawah Xi Jinping dianggap sebagai salah satu kekuatan paling dominan di dunia baik secara ekonomi, teknologi, maupun geopolitik. Sosok Xi sendiri sering dipandang sebagai pemimpin paling kuat China sejak Mao Zedong. (*)
*) Source : pikiransuper
Editor : Bambang Harianto