Mengenal Trio Soviet yang Membangun Dinasti Kim di Korea Utara

Reporter : Redaksi
Trio Soviet yang membangun Dinasti Kim di Korea Utara

Korea Utara adalah Dinasti Kim, sementara Dinasti Kim adalah Korea Utara. Namun tentunya sebagai negara yang katanya berfaham komunis, ada peran Uni Soviet, terutama 3 sosok yang membentuk negara Korea Utara sekaligus membentuk citra Dinasti Kim, terutama sang pemimpin awal, Kim II-sung menjadi manusia setengah dewa hingga sekarang.

Berikut Kisahnya

Pencetus Ibukota Korea Utara

Kita mulai dengan sosok Jenderal Soviet bernama Ivan Chistyakov, komandan yang ditempatkan di Timur Jauh sejak tahun 1936 dan saat Perang Dunia II bertempur melawan Jerman di Pertempuran Moskow hingga Stalingard. Ketika Jerman menyerah, Chistyakov berperang melawan Jepang kembali di Front Timur bersama Divisi Ke-25 Pasukan Maritim dan menundukan Jepang di beberapa kota di Tiongkok hingga Korea. 

Ketika Chistyakov diberikan pilihan oleh atasannya untuk memilih markas pasukannya, yakni Hamheung atau Pyongyang. Chistyakov memilih Pyongyang yang pada akhirnya menjadi ibukota Korea Utara.

Bos Kim II Sung dan Korea Utara

Selanjutnya adalah sosok yang bisa dibilang yang sebenarnya "boss" dari Kim II-sung yakni Terentii Shtykov. Stalin menunjuk Shtykov sebagai Pemimpin Komite Rakyat Provisional Korea Utara pada tahun 1946 dimana segala pengambilan keputusan yang dilakukan Kim II-sung selaku pemimpin Korut harus mendapat persetujuan darinya. Adalah Shtykov yang menyusun konstitusi serta menteri di kabinet pertama Korea Utara dan kemudian menjabat sebagai Dubes Soviet pertama untuk Korut.

Pencetus Perang Korea

Perang Korea yang berawal dari keinginan Korea Utara menyatukan Korea dengan menyerang Korea Selatan, salah satunya adalah persetujuan dari Shtykov atas rencana dari Kim II-sung. Dia jugalah yang merayu Stalin untuk mendukung usaha Kim. Korea Utara awalnya berjaya dengan menguasai Korea Selatan hingga ke Busan. Namun Pertempuran Incheon mengubah segalanya sehingga Perang Korea berakhir imbang dan dilakukan gencatan senjata pada tahun 1953. Meski begitu, Shtykov dianggap bertanggung jawab dan diturunkan pangkatnya. Ia sempat menjadi Dubes Hungaria sebelum wafat pada tahun 1964.

Pembentuk Citra Dinasti Kim

Sosok selanjutnya mungkin yang paling penting dalam pembentukan citra Dinasti Kim sehingga sampai kini masih bisa mencengkram Korea Utara yakni Grigory Mekler. Mekler pertama bertemu dengan Kim II-sung di Kamp Vyakotskye ketika memimpin kelompok gerilyawan komunis melawan Jepang pada tahun 1944 atas instruksi Komandan Front Timur Jauh, Kiril Meretskov. 

Mekler terkesan dengan kecerdasan Kim dan dengan cepat keduanya menjadi akrab. Pada April 1945, ketika Moskow meminta calon pemimpin Korea Utara, Mekler tak ragu menyodorkan nama Kim II-sung yang kemudian terpilih. 

Mekler selanjutnya ditunjuk sebagai Penasihat Utama Kim II-sung. Sebagai Penasihat sekaligus ahli propaganda, Mekler memoles citra Kim Il-sung dari pemimpin gerilyawan menjadi pemimpin rakyat.

Peringatan Untuk Tak Melompat

Salah satu propaganda Mekler adalah mengorganisir para jurnalis dan pemuda untuk perjalanan ke kampung kelahiran Kim serta memberi penghormatan pada seorang gadis kecil yang tewas tenggelam dimana Kim turun langsung untuk menghibur orang tuanya atas instruksi Mekler. 

la juga menulis pidato Kim serta mengerahkan pengamanan baginya. Meski begitu Mekler berkata, "Kami tak berteman, dia harus tahu bahwa saya tetap ada diatas dirinya". 

Ketika Mekler akhirnya dipindah tugas dan berpisah dengan Kim pada tahun 1946. Ia mengingatkan Kim untuk jangan coba-coba melangkahi Soviet dengan mengatakan idiom Inggris "Look Before Your Leap" atau "Lihat-lihat jika ingin melompat" sembari memeluk Kim. Mekler wafat pada tahun 2005. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru