Panggung hukum Indonesia kehilangan salah satu advokat paling flamboyan dan kontroversialnya. Hotma Parapatuan Daniel Sitompul, atau yang lebih dikenal luas sebagai Hotma Sitompul, berpulang pada 16 April 2025 dalam usia 68 tahun di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat. Kepergian sang pengacara senior asal Sumatra Utara ini menyisakan cerita panjang tentang dedikasi hukum, deretan kasus kakap, hingga warna-warni kehidupan pribadinya yang kerap menyita perhatian publik.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi penyakit yang sempat membuatnya dirawat hingga ke Penang, Malaysia, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah menorehkan tinta tebal dalam dinamika hukum tanah air.
Baca juga: Sosok Adi Utarini Bikin Dunia Tercengang
Dari Murid Adnan Buyung hingga Mendirikan LBH Mawar Saron
Karier Hotma di dunia hukum ditempa di tempat yang sangat ideal. Ia mengawali langkahnya sebagai staf di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta di bawah bimbingan langsung pendekar hukum legendaris Indonesia, Adnan Buyung Nasution. Pengalaman berharga inilah yang membentuk kepekaan sosialnya.
Pada tahun 2002, Hotma mengambil langkah besar dengan mendirikan LBH sendiri yang dinamai Mawar Saron. Lembaga non-profit ini ia dedikasikan khusus untuk menyediakan keadilan serta bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat miskin, lemah, dan mereka yang buta hukum. Di sisi lain, ia juga mengibarkan bendera firma hukum komersialnya, Hotma Sitompoel & Associates, yang melayani berbagai klien kelas atas.
Magnet Kasus Besar : Dari Skandal Artis hingga Tragedi Nasional
Nama Hotma Sitompul seolah menjadi jaminan bagi kasus-kasus yang menjadi sorotan kamera media. Rekam jejaknya terbentang luas dari kasus pidana umum yang menyayat hati hingga prahara rumah tangga selebritas:
Tragedi Pembunuhan Anak di Bali (2015): Kasus ini menjadi salah satu panggung persidangan paling dramatis di Indonesia. Hotma bertindak sebagai kuasa hukum Margriet, berhadapan langsung dengan rival klasiknya, Hotman Paris Hutapea, yang membela Agus (pembantu rumah tangga).
Baca juga: Oemar Seno Adji, Anak Bupati yang Jadi Nakhoda Hukum
Kasus Narkoba Raffi Ahmad (2013) : Hotma menjadi benteng hukum bagi presenter papan atas tersebut saat tersandung kasus hukum di Badan Narkotika Nasional.
Sengketa Perdata Baim Wong (2019) : Ia sukses menangani kasus perdata antara sang aktor dengan QQ Production milik Astrid.
Prahara KDRT Rizky Billar (2022) : Hotma kembali menghebohkan publik saat ditunjuk menggantikan sepupunya, Adek Erfil Manurung, untuk membela Rizky Billar dalam pusaran kasus KDRT terhadap Lesty Kejora.
Dinamika Kehidupan Pribadi dan Kontroversi
Baca juga: Sjafri Sairin, Begawan Antropologi UGM Lulusan Cornell Asal Bukittinggi
Sebagai figur publik, kehidupan domestik Hotma tidak luput dari sorotan tajam netizen. Hotma tercatat pernah menikah tiga kali, masing-masing dengan Rosmawaty Ginting (dikaruniai putra Rahmat Saleh Effendi), Eviditha Rasjid yang merupakan cucu dari tokoh Koto Gadang M. Sjaaf (dikaruniai Ditho Hasian dan Sila Hasian), serta Desiree Tarigan. Melalui pernikahannya dengan Desiree, ia juga menjadi ayah tiri dari Bambang Reguna Bukit alias Bams, eks vokalis band Samson.
Hubungan pernikahannya dengan Desiree sempat memuncak menjadi kontroversi nasional pada tahun 2021. Isu pengusiran hingga perebutan hak lahan tanah dan perabotan rumah tangga sempat menghiasi berbagai infotainment berbulan-bulan. Kendati berlangsung panas, prahara rumah tangga tersebut akhirnya berujung pada perceraian yang diselesaikan secara damai.
Kini, sang pengacara kondang telah tiada. Terlepas dari segala kontroversi yang pernah melingkarinya, nama Hotma Sitompul akan tetap dikenang sebagai sosok advokat tangguh yang lihai di ruang sidang, sekaligus penolong bagi mereka yang marjinal lewat LBH Mawar Saron. (*)
Editor : Bambang Harianto