Kehidupan masyarakat Desa Pungkit, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini berada dalam ancaman serius akibat kejahatan tambang ilegal yang beroperasi di Kecamatan Lantung. Tambang ini disinyalir melibatkan kerjasama dengan warga negara asal China.
Iwwe Arpiansyah menyatakan, tambang tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam serta melumpukan pertanian warga khususnya warga Desa Pungkit.
Baca juga: Kepala Kejari Tuban Terjerat Dugaan Suap Rp 600 Juta di Kasus Tambang Ilegal
Saat musim hujan seperti sekarang, dampak dari tambang ilegal ini semakin terasa. Limbah lumpur dari aktivitas penambangan yang tidak terkontrol terbawa arus sungai, masuk ke dalam areal pertanian warga, dan merusak lahan yang sebelumnya subur.
Baca juga: Suwardi, Penambang Ilegal di Bangkalan Divonis Pidana dan Denda Rp 100 Juta
"Bibit yang ditanam petani gagal tumbuh, menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat. Kejadian ini memicu reaksi keras dari warga dan pemerintah desa yang akhirnya menggelar aksi demo untuk menuntut penutupan tambang ilegal," katanya, Minggu 1 Desember 2024. (*)
Editor : Junaidi