Negara Korea Selatan dikenal sebagai konsumen kopi tertinggi di dunia. Hal ini menjadi peluang strategis mengembangkan produksi kopi agar menghasilkan produk berkualitas mampu berdaya saing di pasar internasional.
Kepala Karantina Jawa Tengah, Hari Yuwono Ady menyatakan bahwa seiring permintaan pasar luar negeri terhadap kopi semakin meningkat maka tercipta ekosistem perdagangan global. Kopi Jawa memiliki spesifikasi khas dibandingkan daerah lain yaitu cita rasa khas seimbang (balanced), halus (smooth), pekat, aroma herbal unik. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta kopi. Secara historis kopi Jawa begitu mendunia hingga muncul istilah a cup of Java untuk menyebut secangkir kopi.
Baca juga: UMKM KUB Lumbung Kopi Nusantara Pekalongan Ekspor 19 Ton Kopi ke Yunani
Dalam rangka mendukung akselerasi ekspor, 10 ton kopi asal Temanggung, Jawa Tengah, diekspor ke Korea menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Tanjung Emas. Cita rasa ikonik kopi beraroma tembakau, tekstur kental, sensasi rasa pahit yang kuat menjadi hal istimewa.
Baca juga: Kopi Flores Bajawa Diekspor ke Thailand
Tentunya keistimewaan ini tidak menghalangi pemeriksaan karantina guna memastikan puluhan ton kopi tersebut aman dikonsumsi dan layak eskpor memenuhi persyaratan negara tujuan.
Baca juga: PT Sari Alami Ekspor Kopi Robusta ke Hongkong
Setelah dinyatakan bebas serangga target maka diterbitkan Phytosanitary Certificate sebagai jaminan keberterimaan memasok kopi tersebut ke pasar Korea. Dengan dilengkapi sertifikat kesehatan ini menjadi syarat utama standar keamanan pangan internasional. Harapan besar kegiatan ekspor kopi berjalan secara berkelanjutan. (*)
Editor : S. Anwar