Nama Pelaksana dan Anggaran Proyek Peningkatan Jalan Bringkang Gresik

avatar Arif yulianto
  • URL berhasil dicopy
Kendaraan harus bergantian saat melintasi Jalan Raya Bringkang. Foto kanan : SPBU Bringkang sepi
Kendaraan harus bergantian saat melintasi Jalan Raya Bringkang. Foto kanan : SPBU Bringkang sepi
grosir-buah-surabaya

Mobilitas kendaraan angkutan barang dan mobil pribadi tersendat saat melintasi Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Faktor pemicunya ialah adanya proyek peningkatan jalan (rigid beton) sepanjang 1 km lebih.

Proyek yang dilaksanakan sejak Mei 2026 ini tidak hanya menimbulkan kemacetan panjang di kedua jalur, baik jalur ke arah Jalan Kedamean maupun ke arah Jalan Domas, Menganti, Kabupaten Gresik. Tapi juga berdampak ekonomi terhadap usaha di sepanjang proyek peningkatan jalan (rigid beton). 

Sejumlah warung makan yang berderet di sepanjang Jalan Raya Bringkang yang biasanya ramai, kini sepi, bahkan ada yang sudah tutup sejak proyek tersebut dimulai. Begitu pula layanan usaha penyediaan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bringkang. 

Pertalite di SPBU Bringkang sudah beberapa hari kosong karena truk tangki Pertamina pengangkut BBM kesulitan akses untuk mengirim ketersediaan BBM ke SPBU Bringkang. SPBU yang sebelum adanya proyek, bejejer antrian kendaraan. Namun sejak beberapa bulan ini hanya segelintir kendaraan yang mengisi BBM.

Dampak lainnya ialah debu. Debu tidak hanya berdampak kepada permukiman dan perkantoran serta pabrik yang ada di sepanjang lokasi proyek. Pengendara juga terdampak debu yang ketebalannya cukup pekat.

“Kami harap, pelaksana pekerjaan memperhatikan dampak ekonomi, sosial maupun lingkungan yang dialami masyarakat. Baik pengguna jalan maupun warga yang bermukim atau memiliki usaha di sekitar proyek peningkatan jalan Raya Bringkang tersebut. Selesaikan pekerjaan tepat waktu agar kerugian yang dialami pedagang tidak semakin besar. Kasihan pedagang-pedagang harus terhenti usahanya karena proyek jalan raya Bringkang tersebut,” ucap Nur Hadi, pekerja di usaha galangan pasir yang berlokasi di Jalan Raya Bringkang, menyampaikan keluh kesahnya kepada Lintasperkoro pada Senin, 21 September 2026.

Mendapati keluhan tersebut, Lintasperkoro menelusuri pelaksana, anggaran, dan sumber anggarannya. Dari penelusuran didapati bahwa pelaksana proyek peningkatan jalan (rigid beton) Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ialah PT Tripalindo Trans Mix. 

Perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Komering nomor 14, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, ini menggarap proyek peningkatan jalan (rigid beton) Jalan Raya Bringkang, yang termasuk dalam kegiatan preservasi jalan dan jembatan Waru - Krian - Legundi – Gresik. Nilai pagu proyek tersebut senilai Rp 13.098.183.000. 

Anggaran proyek preservasi jalan dan jembatan Waru - Krian - Legundi – Gresik di Jalan Raya Bringkang, Kabupaten Gresik, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun Anggaran 2026, dengan Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Metode pemilihan pelaksana dalam proyek preservasi jalan dan jembatan Waru - Krian - Legundi – Gresik di Jalan Raya Bringkang, dilakukan melalui e-Purchasing (e-Katalog) Direktorat Jenderal Bina Marga. 

Kepastian bahwa PT Tripalindo Trans Mix sebagai pelaksana proyek peningkatan jalan (rigid beton) Jalan Raya Bringkang dibenarkan oleh salah satu pekerjanya saat ditanya wartawan Lintasperkoro pada Senin siang, 21 September 2026.

“(Pelaksana) PT Tripalindo. Cuma nilainya gak paham,” ujar seorang pekerja di lokasi proyek. (*)