Penjualan Urea di Pakistan Tumbuh 39 Persen pada Oktober 2026

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Penjualan urea dan DAP di Pakistan
Penjualan urea dan DAP di Pakistan
grosir-buah-surabaya

Pasar pupuk Pakistan menunjukkan kinerja yang bervariasi pada Oktober 2026. Penyerapan urea tetap berada di atas tingkat tahun lalu meskipun mengalami perlambatan secara bulanan, sementara penjualan DAP ((Diammonium Phosphate) pulih dibandingkan bulan September 2026. Namun secara akumulatif masih tertinggal dibandingkan tahun sebelumnya. 

Estimasi dari Topline Securities—berdasarkan data NFDC—menunjukkan permintaan urea yang tangguh, sedangkan untuk DAP, kinerja sepanjang tahun berjalan (year-to-date) tercatat lebih lemah.

Penjualan urea pada bulan Oktober 2026 diperkirakan mencapai 487.000 ton, meningkat 39% secara tahunan (year-on-year) dari 350.000 ton, namun turun 20% secara bulanan (month-on-month). Penurunan ini tampaknya mencerminkan pola pembelian musiman dan tidak adanya pembelian di muka oleh penyalur (dealer), bukan karena melemahnya permintaan dasar. Pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh Topline menunjukkan bahwa saat ini produsen tidak menawarkan diskon apa pun.

Untuk periode Januari–Oktober 2026, total penyerapan urea mencapai 4,891 juta ton, naik 7% secara tahunan. FFC (Fauji Fertilizer Company) memimpin dengan volume 2,417 juta ton (+14%), diikuti oleh Engro Fertilizers (EFERT) sebesar 1,386 juta ton (-1%). Fatima Group mencatat 839.000 ton (+11%), sementara pemasok lainnya menyumbang 248.000 ton (-11%).

Penjualan urea FFC pada bulan Oktober diperkirakan mencapai 257.000 ton, naik 55% secara tahunan namun turun 2% secara bulanan. Penjualan EFERT diperkirakan sebesar 138.000 ton (+13% secara tahunan; -37% secara bulanan). Fatima mencatat 56.000 ton, yang mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 30%, meskipun terjadi penurunan bulanan sebesar 45%. 

Pemasok lainnya mencapai 36.000 ton, naik 87% secara tahunan dan 21% secara bulanan. Persediaan urea industri diperkirakan mencapai 724.000 ton pada akhir Oktober, dibandingkan dengan 650.000 ton pada bulan September. EFERT memegang 571.000 ton, diikuti oleh FFC dengan 87.000 ton, dan Fatima dengan 57.000 ton.

Penjualan DAP menunjukkan tren yang berbeda. Penyerapan pada bulan Oktober diperkirakan mencapai 166.000 ton, turun 24% secara tahunan (year-on-year) dari 219.000 ton, namun naik 145% secara bulanan (month-on-month). Akumulasi penjualan DAP selama sepuluh bulan pertama mencapai 937.000 ton, 8% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan DAP FFC pada bulan Oktober diperkirakan mencapai 94.000 ton (-14% secara tahunan; +174% secara bulanan). EFERT mencatat 43.000 ton (+121% secara tahunan; +184% secara bulanan), sementara pemasok lain menyumbang 29.000 ton (-68% secara tahunan; +58% secara bulanan). Untuk periode Januari–Oktober, FFC menjual 618.000 ton (-5%), EFERT 138.000 ton (+21%), dan pemasok lain 181.000 ton (-28%). Persediaan akhir DAP diperkirakan sekitar 263.000 ton.

Perbedaan tren ini penting untuk diperhatikan saat mencermati angka-angka utama: lonjakan bulanan pada penjualan DAP belum mencerminkan pemulihan permintaan tahunan. Angka persediaan juga patut dicermati dalam beberapa bulan mendatang.

Perbedaan mendasarnya jelas : permintaan urea tetap menunjukkan pertumbuhan tahunan meskipun persediaan terus meningkat, sementara pemulihan bulanan pada DAP belum mampu membalikkan penurunan yang terjadi sepanjang tahun ini. Topline memperkirakan penyerapan urea akan tetap kuat, didukung oleh permintaan selama musim puncak dan peningkatan aktivitas pertanian. 

Pertumbuhan kumulatif sebesar 7% mengindikasikan permintaan yang solid, bahkan di tengah ketiadaan diskon dari produsen seiring dengan berlanjutnya musim puncak. (*)