Tepung Tapioka dan Virgin Coconut Oil dari Sulawesi Tenggara Diekspor

avatar M Ruslan
  • URL berhasil dicopy
Pabrik tepung tapioka PT Agri Cassava Makmur
Pabrik tepung tapioka PT Agri Cassava Makmur
grosir-buah-surabaya

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki hasil alam yang melimpah. Beberapa komoditi unggulan dari Provinsi Sulawesi Tenggara antara lain singkong dan kelapa.

Dua komoditi tersebut dipasok ke pabrik, lalu diolah menjadi produk bernilai tambah (add value). Perusahaan yang mengolah hasil alam Sulawesi Tenggara ialah PT Agri Cassava Makmur dan PT Sofi Agro Industries.

Komiditi yang diolah PT Agri Cassava Makmur dan PT Sofi Agro Industries diminati user luar negeri. PT Agri Cassava Makmur menghasilkan tepung tapioka. Sedangkan PT Sofi Agro Industries penghasil produk Virgin Coconut Oil (VCO).

Pelepasan ekspor produk olahan PT Agri Cassava Makmur dan PT Sofi Agro Industries dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026). Hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut ialah petugas Bea Cukai Kendari.

Kepala Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono mengatakan keberhasilan ekspor perdana tersebut merupakan hasil kolaborasi dan asistensi yang dilakukan secara intensif oleh Bea Cukai bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait. 

"Pendampingan kami berikan mulai dari pemahaman prosedur kepabeanan, pemenuhan persyaratan ekspor, koordinasi lintas instansi, hingga penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi perusahaan sehingga siap melakukan ekspor secara mandiri," ujarnya.

Menurut Taufik Sapto, asistensi yang berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk mendorong lahirnya eksportir baru dan memperluas akses pasar produk unggulan Sulawesi Tenggara. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Kendari menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan, pengawasan, dan pendampingan kepada pelaku usaha guna meningkatkan kinerja ekspor daerah. 

"Pelepasan ekspor perdana tepung tapioka dan VCO ini kami harap dapat menjadi pemicu bagi komoditas unggulan lainnya untuk memasuki pasar global, sekaligus mendorong peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara," tutup Taufik Sapto. (*)