Biodata Muzakir Manaf yang Jarang Diketahui Publik
Banyak orang Aceh yang belum tau siapa itu Muzakir Manaf atau Muallem terutama bagi anak yang baru besar sekarang. Berikut ini biodata Muzakir Manaf.
Muzakir Manaf lahir pada 3 April 1964. Muzakir Manaf lahir di Mane Kawan Senuddon, Aceh Utara, dari pasangan Manaf dan Zubaidah.
Muzakir Manaf juga dikenal sebagai Mualem. Dia adalah seorang politikus Indonesia dan mantan pejuang gerilya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030 dan Waliyul 'Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh sejak 27 Desember 2022.
Muzakir Manaf juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2012–2017. Mualem menjadi panglima tertinggi militer Gerakan Aceh Merdeka (GAM) setelah gugurnya Abdullah Syafi'i. Ia diangkat menjadi panglima komando pusat GAM pada tahun 2002. Kemudian pada tahun 2007 mendirikan Partai Aceh, serta menjadi ketua umum pertama partai tersebut.
Mualem menuturkan, saat lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), dirinya sempat mendaftar menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun gagal dan malah berangkat ke Malaysia untuk mendaftar menjadi pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kali ini lolos.
Pada tahun 1986, Mualem berangkat ke Libya, di mana ia menerima pelatihan tempur dengan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lainnya.
Setelah tewasnya panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Abdullah Syafi'i pada tahun 2002 dalam pertempuran dengan tentara TNI, Muzakir Manaf menjadi Panglima Komando Pusat Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Setelah perjanjian Helsinki, Mualem keluar dari persembunyian dan tampil di depan publik untuk pertama kalinya. Dia mulai menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh. Kemudian, Mualem menjadi salah satu pendiri Partai Gerakan Aceh Mandiri atau Partai Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang kemudian berganti nama menjadi Partai Aceh saja setelah mendapat keluhan dari pemerintah pusat dan Mualem menjadi ketua pertamanya.
Pemerintah Provinsi
Dalam Pemilihan Gubernur Aceh pada tahun 2012, Mualem mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Aceh bersama Zaini Abdullah. Pasangan ini memenangkan pemilihan tersebut dan dilantik sebagai Wakil Gubernur Aceh pada tanggal 4 Juni 2012.
Mualem masih populer di kalangan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), bahkan setelah ia terpilih. Dalam konflik bersenjata yang dipimpin oleh Din Minimi, Din menolak untuk dibawa ke Jakarta atau Banda Aceh kecuali Mualem yang menjemputnya.
Mualem kembali mencalonkan diri pada Pemilihan umum Gubernur Aceh pada tahun 2017 sebagai Calon Gubernur Aceh. Namun, ia kalah dari Irwandi Yusuf. Namun pada awalnya, tim kampanye Mualem juga mengklaim kemenangan dan menolak menerima hasilnya.
Pemilu 2024
Pada 26 Desember 2023, Mualem menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden meskipun latar belakang keduanya bertolak belakang. Ia kemudian mencalonkan diri dalam Pemilihan umum Gubernur Aceh pada tahun 2024, mengalahkan Bustami Hamzah. Mualem dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 12 Februari 2025. (*)
Editor : Bambang Harianto