Teuku Riefky Harsya dari Akademi Militer AS hingga Menteri Ekonomi Kreatif

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Teuku Riefky Harsya
Teuku Riefky Harsya
grosir-buah-surabaya

Panggung ekonomi kreatif Indonesia kini berada di bawah nakhoda baru yang kaya akan pengalaman taktis dan birokrasi. Teuku Riefky Harsya secara resmi mengemban amanah besar sebagai Menteri Ekonomi Kreatif merangkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Politikus senior Partai Demokrat kelahiran 28 Juni 1972 ini bukanlah orang baru di kancah nasional. Sebelum dipercaya masuk ke jajaran kabinet, Teuku Riefky Harsya merupakan legislator tangguh benteng suara Aceh di Senayan yang telah menduduki kursi DPR-RI selama empat periode berturut-turut.

Silsilah Keluarga Pejuang dan Pendidikan Militer AS

Darah nasionalisme dan pengabdian mengalir kuat dalam nadi Teuku Riefky Harsya. Ia merupakan cucu pertama dari pasangan pahlawan Aceh, Alm. Teuku Abdul Hamid Azwar dan Cut Nyak Djariah—penerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya yang tercatat dalam sejarah sebagai penyumbang salah satu pesawat pertama Republik Indonesia (Avro Anson RI-004) di masa kemerdekaan.

Lahir dan menghabiskan masa kecil di Jakarta (SDI Al Azhar Pusat, SMP Muhammadiyah IX, dan SMA Negeri 6 Jakarta), Teuku Riefky Harsya memilih jalur pendidikan tinggi yang sangat disiplin di luar negeri.

S1 Mass Communication (Military College of Vermont): Ia menempuh pendidikan militer dan komunikasi massa melalui program US Army ROTC di Amerika Serikat selama empat tahun.

S2 Manajemen Gas (Universitas Indonesia): Memperdalam keahlian manajemen energi pada rentang tahun 2011–2013.

S3 Program Doktoral (IPB University): Melanjutkan studi tingkat tertinggi di Institut Pertanian Bogor sejak tahun 2016.

Karier Profesional Era 1990-an

Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Teuku Riefky Harsya mengawali langkahnya sebagai profesional korporasi. Latar belakang ilmu komunikasinya membawa ia menduduki posisi direksi di beberapa anak perusahaan Investment Group (Tbk). Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Marketing Director di Uninet Media Sakti (salah satu pionir Internet Service Provider) serta President Director Grandkemang Hotel Management.

Kiprah Politik: Dua Dekade Mengawal Suara Rakyat dan Perdamaian Aceh

Perjalanan politik Teuku Riefky Harsya dimulai sejak tahun 2000 dengan menjadi bagian dari Relawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia ikut mengumpulkan KTP sebagai syarat awal berdirinya Partai Demokrat. Seiring waktu, perannya di internal partai kian strategis, mulai dari pengurus DPC Jakarta Pusat, Wakil Sekjen DPP, hingga menjadi Wakil Komandan I KOGASMA di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di DPR-RI, kariernya melesat sejak usia 33 tahun ketika masuk sebagai pengganti antar waktu (PAW) pada 2005. Sejak saat itu, ia menjelma menjadi politikus yang dicintai di Provinsi Aceh, terbukti dengan keberhasilannya memenangkan empat Pemilu legislatif berikutnya (2009, 2014, 2019, 2024). Bahkan pada Pemilu 2009, ia sukses menembus peringkat ke-10 pemilik suara tertinggi secara nasional.

Selama 15 tahun di Senayan, ia dipercaya memegang berbagai posisi krusial lintas komisi:

Ketua Komisi VII (Bidang Energi)

Ketua Komisi X (Bidang Pendidikan dan Kebudayaan)

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar)

Wakil Ketua Komisi I (Bidang Pertahanan dan Luar Negeri) merangkap Sekretaris Fraksi Partai Demokrat mendampingi Edhie Baskoro Yudhoyono.

Nyata Mengawal Pembangunan Serambi Mekah

Pasca-bencana Tsunami, Teuku Riefky Harsya terlibat aktif dalam pembahasan Undang Undang nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh sebagai tindak lanjut Perjanjian Perdamaian Republik Indonesia-GAM (MoU Helsinki) serta menjadi pengawas BRR Tsunami Aceh (2005-2009). 

Ia juga sukses mendorong peningkatan elektrifikasi listrik Aceh menjadi 95%, menyalurkan bantuan alat pertanian, membangun sarana di 800 sekolah, serta memperjuangkan tambahan beasiswa PIP & Bidikmisi bagi lebih dari seperempat juta pelajar dan mahasiswa di Aceh.

Di luar parlemen, rekam jejak organisasinya sangat luas, mencakup keanggotaan di APJII, Ketua Bidang Investasi PHRI, Ketua Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat, hingga menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI).

Menatap Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

Dilantik pada 21 Oktober 2024, Teuku Riefky Harsya kini memikul tanggung jawab besar untuk menumbuhkan sektor ekonomi kreatif sebagai pilar baru ekonomi nasional. Kombinasi unik antara latar belakang pendidikan komunikasi massa militer Amerika Serikat, pengalaman industri digital-perhotelan masa lalu, serta kematangan politiknya di parlemen menjadi modal kuat untuk membawa produk kreatif, seni, budaya, dan inovasi digital Indonesia bersinar di panggung dunia. (*)