Peningkatan ekspor non-tambang di Maluku Utara kembali menunjukkan hasil. Tim Sinergi Ekspor Maluku Utara mampu memfasilitasi ekspor perdana yellowfin tuna yang dilakukan perusahaan lokal yang bergerak di sektor industri perikanan, CV Mitra Tuna Mandiri.
Ekspor perdana tersebut dilaksanakan pada Kamis (24/07/2025) melalui Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate. Komoditas yang diekspor berupa ikan yellowfin tuna sebanyak dua kontainer dengan tujuan negara Vietnam. Proses pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara, disaksikan oleh sejumlah perwakilan instansi yang tergabung dalam Tim Sinergi Ekspor.
Baca juga: PT Amy Pacific Morotai Ekspor Tuna ke Jepang
“Kami percaya bahwa potensi ekspor Maluku Utara sangat besar, khususnya di sektor perikanan. Ekspor perdana ini adalah bukti komitmen pemerintah dan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pelaku usaha lain untuk menjangkau pasar internasional,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Jaka Riyadi.
Baca juga: Produk Perikanan Maluku Ekspor Frozen Ikan Tuna di Jepang
CV Mitra Tuna Mandiri dinilai berhasil memanfaatkan potensi sumber daya laut Maluku Utara secara berkelanjutan. Produk tuna yang dihasilkan telah memenuhi standar mutu ekspor, sehingga mampu menarik minat pasar luar negeri. Langkah ini juga menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal memiliki kemampuan bersaing secara global apabila didukung dengan pembinaan dan fasilitasi yang tepat.
Bea Cukai Ternate sebagai bagian dari Tim Sinergi Ekspor Maluku Utara terus mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha di wilayah tersebut. Kolaborasi yang terjalin antara berbagai instansi, termasuk Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta instansi teknis lainnya, diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah bagi daerah.
Baca juga: PT Samudra Mandiri Sentosa Ekspor 40 Ribu Kilogram Produk Tuna
“Potensi yang besar di Maluku Utara perlu dioptimalkan untuk mendapatkan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi daerah ini. Sinergi yang telah terjalin menjadi langkah awal menuju pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Jaka. (*)
Editor : Zainuddin Qodir