PT Dayasa Aria Prima Dianggap Ingkar Janji

Reporter : Anang Supriyanto
Penutupan akses jalan ke pompa air sungai PT Dayasa Aria Prima

PT Dayasa Aria Prima, salah satu industri kertas yang berlokasi di Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, dianggap ingkar janji. Anggapan tersebut dilontarkan oleh salah satu warga Dusun Semambung, Desa Driyorejo, yang identitasnya diminta tidak dipublikasikan.

Dari pengakuan warga Dusun Semambung, PT Dayasa Aria Prima melalui perwakilannya pernah berjanji akan memenuhi tuntutan warga Dusun Semambung asalkan akses jalan menuju ke tempat pengelolaan air PT Dayasa Aria Prima dibuka oleh warga Dusun Semambung.

Baca juga: Warga Dusun Semambung akan Standby 30 Hari di PT Dayasa Aria Prima

Sebelumnya, akses jalan tersebut ditutup oleh warga Dusun Semambung pada Senin malam, 22 September 2025. Ada beberapa tuntutan warga Dusun Semambung ke PT Dayasa Aria Prima.

Tuntutan warga Dusun Semambung salah satunya ialah PT Dayasa Aria Prima merekrut tenaga kerja dari warga Dusun Semambung. Pihak PT Dayasa Aria Prima pun menyanggupinya, namun diberi batas waktu sampai 13 Oktober 2025.

Baca juga: Warga Dusun Semambung akan Demo PT Dayasa Aria Prima

Atas janji dari PT Dayasa Aria Prima tersebut, warga Dusun Semambung membuka lagi akses jalan yang sebelumnya ditutup dengan batu dan kayu pada Jumat siang, 26 September 2025. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, yakni 13 Oktober 2025, PT Dayasa Aria Prima tidak merealisasikan janjinya.

Warga Dusun Semambung yang geram karena merasa diingkari, akhirnya menutup kembali akses jalan ke tempat pengelolaan air sungai PT Dayasa Aria Prima pada Senin siang, 13 Oktober 2025. Penutupan dilakukan menggunakan plang kayu dan tumpukan batu.

Baca juga: Warga Dusun Semambung Buka Blokade Jalan ke PT Dayasa Aria Prima

Di lokasi akses jalan yang ditutup dipasang banner dengan tulisan "Tolong PT. Dayasa Hentikan...!!! Kebisingan. Warga ingin hidup tenang dan tentram".

"Kami yang kena imbas dari kebisingan mesin pompa air PT Dayasa Aria Prima. Saat mesin itu nyala memekikkan telinga. Dan kami hanya minta agar warga Dusun Semambung dipekerjakan, tapi nyatanya janji mempekerjakan warga Dusun Semambung tidak dibuktikan. Perusahaan ingkar. Makanya kami tidak mau cuma dijadikan imbas kebisingan saja," tegas salah satu warga Dusun Semambung. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru