Fauji Fertilizer Company Jajaki Proyek Gasifikasi Batu Bara

Reporter : Mula Eka P.
Fauji Fertilizer Compaureny

Fauji Fertilizer Company (FFC), salah satu perusahaan pupuk terbesar di Pakistan, sedang menjajaki proyek gasifikasi batu bara sebagai pengganti potensial gas alam, yang bertujuan untuk memanfaatkan cadangan batu bara Pakistan yang substansial dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi impor.

Fauji Fertilizer Company menyampaikan informasi terbaru tersebut dalam sesi pengarahan perusahaan yang diadakan pada hari Selasa (28/10/2025), yang dihadiri oleh Topline Securities, sebuah perusahaan pialang.

Baca juga: Penjualan Urea Pakistan Melonjak Jadi 463 Ribu Ton

Menurut laporan tersebut, manajemen FFC menyebutkan bahwa mereka sedang mengerjakan proyek gasifikasi batu bara sebagai pengganti gas alam dan bertujuan untuk memanfaatkan cadangan batu bara negara yang substansial.

"Namun, proyek ini masih dalam tahap awal; belum ada perkiraan yang dibuat, dan informasi terbaru akan dibagikan setelah ada kemajuan material yang dicapai," tambahnya.

Pakistan memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, dengan perkiraan sekitar 186 miliar ton, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia. Mayoritas cadangan ini adalah lignit, yang terletak di gurun Thar di Sindh.

Baca juga: Pemex Tingkatkan Produksi Pupuk di Tahun 2025

Dalam sesi pengarahan, manajemen FFC menyampaikan bahwa transisi menuju kepatuhan Syariah penuh hampir selesai.

"Fokus mereka tetap jelas pada pencapaian kepatuhan Syariah penuh, dan penyelesaiannya hanya masalah waktu," demikian bunyi laporan tersebut.

Melihat perspektif industri secara keseluruhan, manajemen FFC memperkirakan offset urea industri akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2025, sementara persediaan urea diperkirakan akan tetap di bawah 1 juta pada bulan Desember.

Baca juga: Ekspor Urea Rusia Meningkat di Tahun 2025

"Sedangkan untuk tahun 2026, manajemen memperkirakan pemulihan pada semester pertama 2026 karena aktivitas pertanian yang lebih baik seiring membaiknya perekonomian pertanian untuk gandum dan kapas," ujar Topline.

Mengenai ekspor urea, manajemen FFC mengatakan "tidak ada diskusi serupa yang sedang berlangsung dengan pemerintah, dan mereka juga tidak mempertimbangkan ekspor". (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru