Awal Mula Luka di Tanah Surga Papua

Reporter : Redaksi
Jean Jacques Dozy mendaki Pegunungan Tengah Papua

Saat linimasa kita hari ini dipenuhi perdebatan tentang pembabatan hutan di Papua, mari kita tarik mundur jarum jam sejarah sejenak. Kapan sebenarnya mesin-mesin raksasa pertama kali diizinkan membelah jantung bentang alam surga di ujung timur Indonesia? 

Semuanya tak terjadi di era modern, melainkan bermula dari sebuah ekspedisi rahasia di tahun 1936 yang berujung pada penandatanganan Kontrak Karya pertama di tahun 1967.

Baca juga: TNI Tempatkan Panser Anoa di Kawasan PT Freeport Indonesia

Sejarah Awal Eksploitasinya

Jauh sebelum alat berat merobek belantara Papua modern, sejarah eksploitasi raksasa ini sebenarnya dimulai dari sebuah catatan usang.

Tahun 1936, seorang geolog muda Belanda bernama Jean Jacques Dozy mendaki Pegunungan Tengah Papua. Di tengah rimbunnya hutan, la tertegun menemukan sebuah keajaiban alam : sebuah gunung batu yang seluruhnya hitam namun berkilauan.

la menamainya Ertsberg (Gunung Bijih). Gunung itu bukan gunung biasa, melainkan bongkahan tembaga raksasa yang menyembul di atas tanah, sebuah anomali geologi yang luar biasa.

Dozy segera mencatatnya. Namun, pecahnya Perang Dunia II membuat catatan spektakuler itu terlupakan dan hanya menjadi debu di perpustakaan Belanda selama lebih dari dua dekade. Tanah Papua pun kembali damai dalam kesunyiannya.

Hingga pada akhir 1950-an, Forbes Wilson, seorang petinggi perusahaan tambang Freeport, secara tak sengaja menemukan catatan Dozy tersebut. Merasa tak percaya ada harta karun sebesar itu tergeletak di permukaan tanah, ia memimpin ekspedisi pembuktian.

Benar saja, di balik lebatnya hutan Papua, ia menemukan cadangan tembaga dan emas yang cukup untuk menyuplai kebutuhan dunia. Meski cadangan raksasa sudah di depan mata, menembus Papua saat itu tak mudah.

Di era Presiden Soekarno yang sangat anti-imperialisme asing, langkah Freeport tertahan tembok tebal. Namun, sejarah berubah drastis pasca-tragedi 1965. Lahirnya Orde Baru di bawah Soeharto membawa angin perubahan.

Baca juga: Kabupaten Gresik Jadi Penyumbang Terbesar Terhadap Nilai Investasi di Jawa Timur

Demi menyelamatkan ekonomi negara yang hancur, keran investasi asing dibuka selebar-lebarnya. Fondasinya dimulai saat Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) pada Januari 1967.

Puncaknya, pada 7 April 1967, Freeport Indonesia menorehkan sejarah sebagai perusahaan asing pertama yang meneken Kontrak Karya Generasi I dengan rezim baru. Mereka resmi diberi konsesi lahan raksasa dengan hak eksploitasi awal selama 30 tahun.

Penandatanganan itulah yang menjadi "pintu gerbang" pertama masuknya alat-alat berat pengoyak bumi ke jantung Papua.

Gunung dipangkas, hutan dibelah demi akses jalan raya, dan perlahan lanskap alam bergeser menjadi area tambang raksasa.

Isu deforestasi dan tergesernya ruang hidup masyarakat adat yang kita debatkan hari ini, sejatinya adalah efek domino panjang dari satu lembar kertas yang diteken puluhan tahun silam. (*)

Baca juga: Gambaran KEK JIIPE Gresik Ditargetkan Menyerap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Sumber Referensi 

1. Buku "Ertsberg: The Dozy Expedition" (J.J. Dozy): (Catatan penemuan Gunung Bijih tahun 1936).

2. Buku "The Conquest of Copper Mountain" (Forbes Wilson): (Dokumentasi ekspedisi pembuktian cadangan tembaga).

3. Arsip Sejarah Ekonomi RI: (Pengesahan Undang Undang Penanaman Modal Asing 1967 dan Kontrak Karya Generasi I).

*) Source : Arsip Peristiwa

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru