Biji palm gebang, atau yang kerap disebut biji gebang merupakan biji dari tanaman palm gebang yang cukup banyak diminati di pasar ekspor, khususnya negara China.
Biji gebang yang memiliki bentuk bulat dan keras itu sangat cocok digunakan sebagai bahan ornamen khususnya berupa tasbih dan juga gelang yang sangat erat dengan budaya China. Tak heran jika permintaan ekspor biji gebang ke Cina cukup tinggi.
Baca juga: Dedy Vandi Alfian Dijerat UU Karantina karena Kirim Pudel Lewat Kapal
Karantina pertanian surabaya pada Rabu 6/9, melakukan sertifikasi ekspor terhadap 22,1 Ton biji gebang senilai 120 juta rupiah yang akan dikirim ke China.
Fredy Sancoko, Pejabat Karantina tumbuhan wilayah kerja Tanjung Perak yang melakukan pemeriksaan mengatakan, "Pemeriksaan ditujukan untuk memastikan komoditas tersebut bebas dari hama Lyctus brunneus, sehingga nantinya dapat diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan Phytosanintary certificate."
Baca juga: 4 Ton Benih Jagung Manis dari Thailand Dimusnahkan di Jawa Timur
Komoditas yang dimuat menggunakan kontainer berukuran 1x20” tersebut nantinya akan diberangkatkan melalui pelabuhan laut Tanjung Perak menggunakan kapal Wan Hai 315N menuju pelabuhan Nansha di China.
Cicik Sri Sukarsih, Kepala Karantina Pertanian Surabaya mengutarakan bahwa, ini merupakan peluang ekspor bagi kita.
Baca juga: 1.250 Ekor Sapi Perah Asal Australia Masuk Jawa Timur
"Kami terus dukung ekspor produk pertanian dari Jawa Timur, seperti halnya biji gebang ini, ternyata dibutuhkan oleh negara China bahkan nilai ekonominya cukup tinggi," kata Cicik. (dit)
Editor : Bambang Harianto