Kiprah dan dedikasi putra terbaik Minangkabau di panggung penegakan hukum nasional kembali mengukir cerita inspiratif. Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi (Purnawirawan) Angesta Romano Yoyol, perwira tinggi bintang dua Kepolisian Republik Indonesia (Polri), telah menuntaskan masa dinasnya dengan rekam jejak yang gemilang. Jabatan terakhir yang diembannya sebelum memasuki masa purnatugas adalah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo.
Akar Budaya dan Tanah Kelahiran
Baca juga: 3 Orang Ditangkap dalam Operasi Tambang Ilegal di Desa Dulupi
Angesta Romano Yoyol lahir pada 21 Februari 1966 di Padang Panjang, Sumatra Barat. Ia merupakan putra dari Salman Sabirin, sebuah keluarga asli Minangkabau yang kental dengan nilai-nilai adat dan agama.
Keberhasilannya menembus jajaran elit kepolisian nasional tidak membuat perwira tinggi ini lupa akan akar budayanya. Sebagai bentuk penghormatan dan amanah dari tanah kelahirannya, ia menyandang gelar adat Minangkabau yang terhormat, yaitu Datuk Gindo Sati.
Mahir di Bidang Reserse dan Pendidikan Polri
Perjalanan karier militer dan kepolisian Angesta dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus sebagai alumni angkatan tahun 1989. Sejak awal menyandang pangkat perwira, ia banyak ditempa dan membesarkan namanya di bidang reserse—sebuah korps elit di kepolisian yang menuntut ketajaman analisis dan keberanian tinggi dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas.
Sebelum dipercaya memegang tongkat komando tertinggi di Polda Gorontalo, jenderal bintang dua ini juga sempat menduduki posisi strategis di lini pendidikan Polri. Jabatan penting yang pernah diembannya adalah sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri, sebuah posisi terhormat untuk mendidik, menggembleng, dan mencetak calon-calon pimpinan kepolisian masa depan Indonesia.
Kini, setelah memasuki masa purnatugas, nama Irjen Pol (Purn) Angesta Romano Yoyol tetap melekat di hati masyarakat, khususnya bagi warga Sumatra Barat dan Padang Panjang, sebagai sosok panutan yang sukses membawa nama harum daerah di kancah nasional. (*)
Editor : S. Anwar