Tren Perdagangan Pupuk China pada Juli 2026

Reporter : Redaksi
Ekspor pupuk China

Industri pupuk di China di tahun 2026 ini tampaknya terus bergeliat. Pada Juli 2026, perdagangan pupuk China menunjukkan situasi yang lebih kompleks dari pada sekadar angka total ekspor yang terlihat di permukaan.

China mengekspor 1,87 juta ton pupuk pada bulan Juli 2026, yang mencakup 403.300 ton urea, 1,31 juta ton amonium sulfat, dan hanya 300 ton MAP (Monoammonium Phosphate). Tidak ada ekspor Diammonium Phosphate (DAP) yang tercatat selama bulan Juli 2026.

Baca juga: 850 ribu Ton Urea Tertahan di Kawasan Teluk karena Akses Selat Hormuz

Jika melihat data tujuh bulan pertama tahun 2026 ini, gambaran besarnya menjadi lebih jelas.

Ekspor pupuk Tiongkok mencapai 18,46 juta ton—turun 19,1 persen secara tahunan (year-on-year)—sementara nilai ekspornya merosot 27,4 persen menjadi US$ 4,464 miliar. Namun, penurunan tersebut tidak terjadi secara merata pada semua jenis produk.

Ekspor urea naik 40,7 persen menjadi 910.000 ton. Ekspor amonium sulfat meningkat 3,9 persen menjadi 11,47 juta ton. Sementara ekspor DAP anjlok 95,3 persen menjadi 70.000 ton, dan ekspor MAP turun 81,2 persen menjadi 110.000 ton.

Baca juga: Pabrik Pupuk Fosfat Lifosa di di Lithuania Berhenti Produksi

Perbedaan tren ini merupakan hal yang penting. China mengekspor lebih banyak urea, namun ekspor fosfatnya masih sangat terbatas. Situasi di sisi impor menunjukkan cerita yang berbeda.

China mengimpor 1,40 juta ton pupuk pada bulan Juli, yang terdiri dari 1,27 juta ton MOP dan 110.000 ton pupuk majemuk NPK.

Untuk periode Januari–Juli 2026, impor MOP mencapai 10,08 juta ton, melonjak 47,9% secara tahunan. Impor NPK tercatat sebesar 670.000 ton, turun 1,4%. Jadi, gambaran perdagangannya bukan sekadar soal Tiongkok yang mengurangi volume ekspor pupuk secara keseluruhan.

Baca juga: KEPPT Bermitra dengan JP Morgan untuk Pembiayaan Pabrik Urea Irak

Situasi ini lebih mencerminkan pilihan China mengenai produk apa yang akan diekspor, produk apa yang ditahan agar tidak masuk ke pasar global, serta produk apa yang bersedia mereka impor dalam jumlah lebih besar.

Bagi pasar pupuk global, komposisi produk tersebut mungkin lebih signifikan dampaknya dibandingkan penurunan angka total ekspor. Angka-angka terus berubah. Yang lebih penting lagi, komposisi perdagangan pupuk China pun turut berubah seiring dengan perubahan angka-angka tersebut. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru