Karantina Surabaya melakukan vaksinasi dan pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium pada sapi pejantan asal Australia yang sedang menjalani masa karantina mulai Rabu (18/10/2023). Pengambilan sampel ini dilakukan setelah sapi - sapi diistirahatkan dan tidak dalam kondisi stres akibat perjalanan.
Sampel yang akan diujikan berupa darah, serum darah, dan ulas darah.
Baca juga: Dedy Vandi Alfian Dijerat UU Karantina karena Kirim Pudel Lewat Kapal
"Pengambilan sampel ini dilakukan untuk pengujian penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), Enzootic Bovine Leukosis (EBL), Paratuberculosis, Brucelosis dan juga parasit darah, selain itu kita juga melakukan vaksinasi Septicaemia Epizootica dan Penyakit Mulut dan Kuku," terang Budi Prasetya, Dokter Hewan Karantina yang bertugas.
Baca juga: Impor Sapi Perah asal Australia Masuk Lewat Pelabuhan Tanjung Tembaga
"Pengujian laboratorium sebagai peneguh diagnosa kami lakukan baik di laboratorium internal maupun eksternal untuk memastikan pemasukan hewan ke wilayah Republik Indonesia bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina," jelas Cicik Sri Sukarsih, Kepala Karantina Surabaya pada kesempatan terpisah. (Kin)
Editor : S. Anwar