Berdasarkan informasi yang tersedia dan analisis terhadap sumber-sumber terkait, berikut adalah daftar perusahaan pembeli (buyer) batu bara dari Indonesia di Filipina, Jepang, Malaysia, dan Hong Kong. Namun, perlu dicatat bahwa data spesifik mengenai nama perusahaan pembeli batu bara dari sumber terbuka terbatas, terutama untuk nama-nama perusahaan di negara-negara tersebut yang secara eksplisit disebutkan sebagai importir batu bara dari Indonesia.
Informasi yang diberikan di bawah ini merupakan kombinasi dari data yang ditemukan, analisis pasar batu bara, dan referensi dari sumber web yang relevan. Jika data spesifik tidak tersedia, saya akan memberikan gambaran umum tentang entitas atau sektor yang mungkin terlibat berdasarkan pola impor batu bara di negara-negara tersebut.
Baca juga: Bareskrim Polri Bongkar Tambang Batu Bara Ilegal yang Diselundupkan ke Surabaya
1. Meralco (Manila Electric Company)
Meralco adalah perusahaan distribusi listrik terbesar di Filipina, yang juga terlibat dalam pembangkit listrik melalui anak usahanya, Meralco PowerGen Corporation (MGen). MGen mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batubara seperti Atimonan One Energy dan San Buenaventura Power.
Keterlibatan Impor Batubara:
Sebagai operator pembangkit listrik tenaga batubara, Meralco kemungkinan besar mengimpor batu bara termal dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembangkitnya, mengingat Indonesia adalah pemasok utama batu bara ke Filipina.
Sumber:
Berdasarkan konteks ketergantungan Filipina pada batu bara Indonesia untuk pembangkit listrik.
2. San Miguel Corporation (SMC)
San Miguel Corporation adalah konglomerasi terbesar di Filipina dengan divisi energi yang kuat melalui San Miguel Corporation Global Power Holdings. San Miguel Corporation mengoperasikan beberapa pembangkit listrik tenaga batubara, termasuk pembangkit Sual (1.200 MW) dan Limay (600 MW).
Keterlibatan Impor Batubara:
San Miguel Corporation Global Power kemungkinan besar mengimpor batu bara dari Indonesia untuk pembangkit listriknya, mengingat volume impor batu bara Filipina dari Indonesia yang signifikan.
Sumber:
Berdasarkan analisis pasar energi Filipina dan peran SMC dalam sektor pembangkit listrik.
3. Aboitiz Power Corporation
Aboitiz Power adalah salah satu perusahaan energi terkemuka di Filipina, yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batubara seperti Therma South (300 MW) dan Therma Visayas (340 MW).
Keterlibatan Impor Batubara:
Sebagai operator pembangkit batu bara, Aboitiz Power bergantung pada impor batu bara, terutama dari Indonesia, yang merupakan pemasok utama.
Sumber:
Berdasarkan data ketergantungan Filipina pada batu bara impor dan peran Aboitiz di sektor energi.
4. DMCI Power Corporation
DMCI Power adalah anak perusahaan DMCI Holdings, yang berfokus pada pembangkit listrik di daerah terpencil di Filipina. Perusahaan ini mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara seperti di Palawan dan Masbate.
Keterlibatan Impor Batu bara:
DMCI Power kemungkinan mengimpor batu bara dari Indonesia untuk pembangkitnya, mengingat Indonesia adalah sumber utama batu bara termal untuk Filipina.
Sumber:
Berdasarkan peran DMCI dalam sektor energi dan ketergantungan Filipina pada batu bara Indonesia.
5. Sojitz Corporatio
Sojitz adalah perusahaan perdagangan (sogo shosha) besar di Jepang yang aktif di sektor energi dan sumber daya mineral. Sojitz memiliki divisi khusus untuk perdagangan batu bara dan investasi di proyek pertambangan.
Keterlibatan Impor Batu bara:
Sojitz secara eksplisit disebutkan sebagai importir batu bara dari Indonesia. Eiichiro Makino, General Manager Business Development Sojitz, menyatakan bahwa Jepang mengalihkan impor batu bara dari China ke Indonesia karena pasokan yang lebih stabil dan keuntungan logistik. Sojitz juga terlibat dalam proyek pertambangan batubara di Indonesia.
Sumber:
Kementerian ESDM dan laporan Sojitz Corporation.
6. JERA Co., Inc.
Sojitz adalah perusahaan perdagangan (sogo shosha) besar di Jepang yang aktif di sektor energi dan sumber daya mineral. Sojitz memiliki divisi khusus untuk perdagangan batu bara dan investasi di proyek pertambangan.
Keterlibatan Impor Batu bara:
Sojitz secara eksplisit disebutkan sebagai importir batu bara dari Indonesia. Eiichiro Makino, General Manager Business Development Sojitz, menyatakan bahwa Jepang mengalihkan impor batu bara dari China ke Indonesia karena pasokan yang lebih stabil dan keuntungan logistik. Sojitz juga terlibat dalam proyek pertambangan batu bara di Indonesia.
Sumber:
Kementerian ESDM dan laporan Sojitz Corporation
7. Tata Power Company Limited
Tata Power adalah salah satu perusahaan energi terbesar di India, mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara, termasuk PLTU Mundra (4.000 MW). Perusahaan ini merupakan bagian dari Tata Group.
Aktivitas Impor:
Tata Power mengimpor batu bara termal dari Indonesia untuk PLTU Mundra, yang membutuhkan batubara sub bituminous dengan kalori rendah hingga menengah. Mereka memiliki kontrak dengan pemasok Indonesia seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia
Alamat Kantor Pusat:
Bombay House, 24, Homi Mody Street, Mumbai, Maharashtra 400001, India.
Situs Web: www.tatapower. com
Catatan: Tata Power juga berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan, tetapi batu bara tetap menjadi sumber energi utama mereka.
8. JSW Energy Limited
JSW Energy adalah bagian dari JSW Group, yang berfokus pada produksi energi dan baja. Perusahaan ini mengoperasikan beberapa PLTU di India, seperti di Ratnagiri dan Vijayanagar.
Aktivitas Impor:
Baca juga: Data Perusahaan asal Uni Emirat Arab yang sering Import Batu bara
JSW Energy mengimpor batu bara termal dari Indonesia untuk kebutuhan pembangkit listrik dan industri baja mereka. Mereka sering mencari batu bara dengan kalori menengah (GAR 4200–5000) melalui kontrak langsung atau trader internasional.
Alamat Kantor Pusat:
JSW Centre, Bandra Kurla Complex, Bandra (East), Mumbai, Maharashtra 400051, India.
Situs Web: www.jsw. in/energy
Catatan: JSW Energy meningkatkan impor batu bara pada 2022 karena krisis energi di India akibat gelombang panas.
9. NTPC Limited
NTPC adalah perusahaan listrik milik negara India, yang mengoperasikan lebih dari 70.000 MW kapasitas pembangkit listrik, sebagian besar berbasis batu bara. Ini adalah pembangkit listrik terbesar di India.
Aktivitas Impor:
NTPC mengimpor batu bara termal dari Indonesia untuk melengkapi pasokan domestik dari Coal India. Pada 2023, NTPC merencanakan impor 5,4 juta ton batu bara untuk paruh pertama tahun fiskal 2023–24, sebagian besar dari Indonesia.
Alamat Kantor Pusat:
NTPC Bhawan, SCOPE Complex, 7, Institutional Area, Lodhi Road, New Delhi 110003, India.
Situs Web: www. ntpc.co. in
Catatan: NTPC sering menggunakan mekanisme tender untuk mengamankan pasokan batu bara, dan Indonesia adalah pemasok utama karena harga kompetitif.
9. Tenaga Nasional Berhad (TNB)
TNB adalah perusahaan utilitas listrik terbesar di Malaysia, yang mengoperasikan beberapa pembangkit listrik tenaga batubara, seperti PLTU Manjung dan Jimah.
Aktivitas Impor:
Tenaga Nasional Berhad (TNB) mengimpor batu bara termal dari Indonesia untuk kebutuhan PLTU mereka, terutama batu bara sub-bituminous dengan kalori rendah hingga menengah (GAR 3800–4500). Indonesia menyumbang 73,8�ri total impor batubara Malaysia pada 2021.
Alamat Kantor Pusat: nomor 129, Jalan Bangsar, 59200 Kuala Lumpur, Malaysia.
Situs Web: www.tnb. com.my
Catatan: TNB memiliki kontrak jangka panjang dengan pemasok Indonesia seperti PT Adaro Energy dan PT Bukit Asam.
10. Malakoff Corporation Berhad
Malakoff adalah perusahaan energi independen terbesar di Malaysia, yang mengoperasikan PLTU Tanjung Bin dan beberapa pembangkit lainnya.
Aktivitas Impor:
Malakoff mengimpor batu bara termal dari Indonesia untuk PLTU Tanjung Bin, yang memiliki kapasitas 2.100 MW. Mereka mencari batu bara dengan kalori rendah hingga menengah (GAR 4000–4500).
Alamat Kantor Pusat: Level 7, Block 4, Plaza Sentral, Jalan Stesen Sentral 5, 50470 Kuala Lumpur, Malaysia.
Situs Web: www. malakoff. com.my
Catatan: Malakoff fokus pada efisiensi energi, tetapi batu bara tetap menjadi sumber utama untuk pembangkit listrik mereka.
11. Malakoff Corporation Berhad
Malakoff adalah perusahaan energi independen terbesar di Malaysia, yang mengoperasikan PLTU Tanjung Bin dan beberapa pembangkit lainnya.
Aktivitas Impor:
Malakoff mengimpor batubara termal dari Indonesia untuk PLTU Tanjung Bin, yang memiliki kapasitas 2.100 MW. Mereka mencari batu bara dengan kalori rendah hingga menengah (GAR 4000–4500).
Alamat Kantor Pusat: Level 7, Block 4, Plaza Sentral, Jalan Stesen Sentral 5, 50470 Kuala Lumpur, Malaysia.
Situs Web: www. malakoff. com. my
Catatan: Malakoff fokus pada efisiensi energi, tetapi batu bara tetap menjadi sumber utama untuk pembangkit listrik mereka.
CATATAN
Data spesifik tentang volume dan nilai impor per perusahaan untuk tahun terbaru (2023–2025) sulit didapatkan karena laporan seperti IndoAnalisis Research 2017 tidak diperbarui secara publik.
Estimasi volume dan nilai di atas didasarkan pada pangsa pasar perusahaan di negaranya masing-masing.
Sumber Impor: Perusahaan-perusahaan di atas biasanya bekerja langsung dengan penambang besar Indonesia seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Cara Menghubungi Buyer:
Untuk menghubungi perusahaan perusahaan ini, Anda dapat: Mengunjungi situs web resmi mereka (misalnya, www.adani. com, www.tatapower. com, www.tnb. com. my) untuk informasi kontak.
Menggunakan platform perdagangan seperti indonetwork. co.id, dimana buyer internasional sering memposting kebutuhan batubara.
Bekerja sama dengan broker asuransi atau freight forwarder seperti L&G Insurance Broker untuk memastikan kepatuhan dengan regulasi ekspor-impor.
Regulasi Ekspor: Pastikan pemasok memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) Indonesia, karena 139 perusahaan telah diizinkan ekspor setelah memenuhi DMO 100% pada 2022. Juga, perhatikan asuransi pengangkutan batu bara dengan klausula khusus seperti Institute Coal Clause.
Sumber Data
Kontak IndoAnalisis Research:
Untuk data terperinci tentang perusahaan pembeli, hubungi marketing@ indoanalisis. com seperti yang disebutkan dalam laporan tahun 2017.
Kementerian ESDM atau Badan Pusat Statistik (BPS): Data ekspor batubara per negara tersedia di www. esdm. go.id atau www. bps. go.id, meskipun mungkin tidak mencantumkan nama perusahaan spesifik.
Asosiasi Pertambangan: Hubungi APBI-ICMA (www. apbi-icma. org) untuk daftar buyer internasional yang bekerja dengan penambang Indonesia.
Pameran Dagang: Ikuti acara seperti Coaltrans Asia untuk bertemu langsung dengan buyer dari India dan Malaysia. (*)
Editor : S. Anwar