Di era globalisasi saat ini, investasi asing maupun domestik menjadi salah satu mesin penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu siapa sosok yang pertama kali meletakkan fondasi dan cetak biru kebijakan penanaman modal tersebut di tingkat kabinet. Jawabannya mengarah pada satu nama teknokrat ulung: Ir. Sanyoto Sastrowardoyo (31 Mei 1936 – 26 April 2017).
Pria berdarah ningrat asal Banyumas ini mencatatkan namanya dalam tinta emas sejarah sebagai Menteri Negara Investasi merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pertama di Republik Indonesia.
Pendidikan Kelas Dunia: Dari Kota Pelajar hingga ke New York
Lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, Sanyoto tumbuh dalam keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ia melewati masa remaja dengan menempuh jalur sekolah menengah (SMP dan SMA) di Yogyakarta, yang dikenal sebagai urat nadi kota pelajar.
Ketertarikannya yang mendalam pada dunia sains dan teknologi membawanya masuk ke Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Bandung (sebelum bertransformasi menjadi Institut Teknologi Bandung/ITB). Sanyoto menimba ilmu di sana hingga tingkat III, sebelum akhirnya kecerdasannya yang menonjol membuka pintu beasiswa internasional.
Pada tahun 1958, Sanyoto terbang ke Amerika Serikat untuk mendalami bidang teknik elektro di University of Syracuse, New York. Di universitas bergengsi tersebut, ia berhasil merengkuh gelar Master of Science pada tahun 1962. Sebuah pencapaian akademis yang sangat prestisius dan langka bagi pemuda Indonesia pada era awal kemerdekaan.
Menakhodai Ikatan Alumni ITB (IA-ITB)
Sepulangnya ke tanah air, kombinasi keahlian teknis tingkat tinggi dan jaringan profesionalnya yang luas membuat Sanyoto dihormati di kalangan intelektual. Hubungan emosionalnya yang kuat dengan kampus Ganesha membawanya terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) untuk periode masa bakti 1987–1992.
Di bawah kepemimpinannya, IA-ITB tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga menjelma menjadi lumbung pemikiran strategis yang menyumbangkan gagasan-gagasan taktis bagi pembangunan industri, kelistrikan, dan infrastruktur nasional.
Arsitek Pertama Gerbang Investasi Modern Indonesia
Puncak pengabdian Sanyoto di jajaran eksekutif terjadi pada Maret 1993. Guna merespons pertumbuhan ekonomi nasional yang kala itu tengah melesat tinggi, Presiden Soeharto melakukan penyegaran struktur kabinet dengan membentuk kementerian baru yang khusus menangani arus modal.
Ir. Sanyoto Sastrowardoyo resmi ditunjuk dan dilantik sebagai Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM pertama dalam sejarah Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VI (1993–1998). Di posisi krusial ini, Sanyoto bertindak sebagai arsitek utama yang menyederhanakan birokrasi perizinan, menyusun peta jalan investasi, dan gencar mempromosikan potensi industri Indonesia ke panggung pasar global untuk menarik minat para investor raksasa dunia.
Lintas Batas Pengabdian: Menjadi Wakil Rakyat Riau
Selain berkiprah di pemerintahan pusat, Sanyoto juga mengabdikan diri di jalur legislatif bersama Partai Golongan Karya (Golkar). Menariknya, meski ia lahir dan besar di ranah Jawa, Sanyoto dipercaya penuh untuk memegang mandat dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Riau di parlemen Senayan. Wilayah Riau saat itu merupakan salah satu daerah paling strategis yang menjadi lumbung energi dan investasi terbesar di Indonesia.
Legasi Abdi Bangsa yang Abadi
Setelah mengarungi dekade yang penuh dengan sumbangsih nyata, sang pionir investasi ini mengembuskan napas terakhirnya pada 26 April 2017 dalam usia 80 tahun.
Ir. Sanyoto Sastrowardoyo meninggalkan legasi yang sangat berharga bagi arsitektur ekonomi modern Indonesia. Ia akan selalu dikenang sebagai sosok teknokrat tulen, berwawasan global, dan berintegritas tinggi yang berhasil membuka pintu gerbang kemakmuran ekonomi bumi pertiwi lewat penataan investasi yang kokoh. (*)
*) Source : Nasrul Koto
Editor : Bambang Harianto