Dokter Ignaz Semmelweis Diejek karena Menyuruh Cuci Tangan Pakai Kaporit

Reporter : Mula Eka P.
Ignaz Semmelweis

Namanya Ignaz Semmelweis, seorang dokter asal Hungaria yang bekerja di Rumah Sakit Umum Wina pada pertengahan abad ke-19. Saat itu, ribuan ibu yang baru melahirkan meninggal dunia akibat demam nifas. Anehnya, angka kematian di ruang bersalin yang ditangani dokter jauh lebih tinggi dibanding ruang bersalin yang ditangani bidan. 

Semmelweis mulai menyelidiki penyebabnya. Ia menemukan bahwa para dokter sering berpindah dari ruang autopsi langsung ke ruang persalinan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Di masa itu, belum ada yang memahami keberadaan bakteri, sehingga kebiasaan tersebut dianggap biasa. 

Baca juga: Rumah Sakit Tempat Yurizal, Si Pasien BPJS Dirawat hingga Meninggal Dunia

Pada tahun 1847, ia mewajibkan semua dokter mencuci tangan menggunakan larutan kaporit sebelum menangani pasien. Hasilnya mengejutkan. Angka kematian ibu melahirkan langsung turun drastis, dari lebih dari 10% menjadi sekitar 1 hingga 2%. 

Baca juga: Data Penyakit Jantung Bawaan Anak di Indonesia Selama Tahun 2024

Alih-alih dipuji, Semmelweis justru ditertawakan. Banyak dokter tersinggung karena merasa dituduh menjadi penyebab kematian pasien. Pendapatnya ditolak, penelitiannya diabaikan, bahkan ia akhirnya kehilangan pekerjaannya. Beberapa tahun kemudian, Semmelweis mengalami gangguan mental dan meninggal dunia di rumah sakit jiwa pada usia 47 tahun. 

Ironisnya, ia wafat sebelum dunia kedokteran akhirnya menerima teori kuman yang kemudian dibuktikan oleh Louis Pasteur dan Joseph Lister. Kini, mencuci tangan menjadi prosedur wajib di seluruh rumah sakit di dunia. Organisasi kesehatan internasional menyebut kebiasaan sederhana itu sebagai salah satu cara paling efektif mencegah infeksi dan menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya. 

Baca juga: IDI Lampung Melantik 9 Ketua IDI Cabang di Lampung Health Festival

Orang yang dulu dianggap gila karena menyuruh dokter mencuci tangan, kini justru dikenang sebagai "Bapak Pengendalian Infeksi." (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru