Dony Oskaria Jadi Motor Penggerak BUMN di Era Prabowo

Reporter : Redaksi
Dony Oskaria

Nama Dony Oskaria kini semakin diperhitungkan dalam lanskap pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan investasi strategis Indonesia. Menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Direktur Operasional Danantara, pria kelahiran Tanjung Alam, Sumatera Barat, 26 September 1969 ini memiliki rekam jejak panjang, mulai dari industri perbankan, pariwisata, hingga dipercaya menakhodai berbagai posisi krusial di pemerintahan.

Sebelum menduduki posisinya saat ini, Dony sempat diamanatkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN, menggantikan Erick Thohir yang bergeser menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Berdiri di Tengah Badai Global

Awal Kehidupan dan Belok Arah Akademis

Masa kecil dan pendidikan dasar Dony dihabiskan di kampung halamannya di Tanah Datar, sebelum akhirnya merantau untuk menyelesaikan pendidikan menengah di Padang dan Jakarta.

Perjalanan akademisnya terbilang unik. Dony sempat terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi di Universitas Andalas (Unand), Padang. Merasa kurang cocok dengan bidang tersebut, ia mengambil langkah berani dengan hijrah ke Bandung dan menyeberang ke Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad). Haus akan ilmu manajemen, ia kemudian mempertajam kemampuan bisnisnya hingga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari The Asian Institute of Management di Filipina pada tahun 2009.

Karier Moncer di Sektor Swasta dan CT Corp

Dony merintis kariernya dari bawah. Ia memulai langkah di dunia profesional sebagai petugas layanan pelanggan (customer service) di Bank Universal, hingga perlahan merangkak naik menjadi kepala divisi perbankan pribadi (personal banking).

Kariernya melesat setelah bergabung dengan Bank Mega pada tahun 2004. Keandalan Dony dalam mengeksplorasi peluang bisnis membuatnya dipercaya oleh Chairul Tanjung untuk memimpin berbagai anak perusahaan CT Corp. Sepanjang medio 2012 hingga 2020, Dony tercatat pernah menduduki posisi strategis, antara lain:

Direktur Bank Mega (2012–2014)

Presiden Direktur Trans Studio Mall (2014–2020)

Baca juga: Ketika Danantara Diawasi oleh Penjahat

Direktur Utama AntaVaya (2014–2020)

Direktur Hospitality & Entertainment CT Corp (2018–2020)

Menata Sektor Penerbangan dan Pariwisata Nasional

Masuknya investasi CT Corp di Garuda Indonesia membawa Dony ke industri penerbangan nasional. Ia sempat menjabat sebagai Dewan Komisaris Garuda Indonesia (2014–2019) dan Komisaris Citilink (2019–2022). Di tengah masa-masa sulit pandemi, ia ditarik menjadi Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia (2020–2021) untuk membantu restrukturisasi maskapai pelat merah tersebut.

Keahliannya di sektor pariwisata sebenarnya sudah dilirik pemerintah sejak era Presiden Joko Widodo. Pada 2016, ia ditunjuk menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), sekaligus memimpin Kelompok Kerja (Pokja) Industri Pariwisata.

Baca juga: Figur Kuat Dalam Tumpang Tindih Lahan Technopark

Keberhasilan itu membawanya pada posisi Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney) periode 2021–2024. Ia sukses mengonsolidasikan BUMN di sektor aviasi dan pariwisata sebelum akhirnya mendapat promosi menjadi Wakil Menteri BUMN.

Pilar Strategis di Era Kabinet Merah Putih

Memasuki era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, peran Dony kian sentral. Pada 24 Februari 2025, Presiden resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara—superholding yang digadang-gadang menjadi pengelola investasi kakap negara. Dony ditunjuk sebagai Direktur Operasional Danantara, bersanding dengan Rosan Roeslani sebagai Direktur Utama dan Pandu Patria Sjahrir sebagai Direktur Investasi.

Di luar kesibukannya sebagai pejabat publik, Dony tetap menjaga jiwa entrepreneur-nya. Bersama mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, ia aktif mengembangkan jaringan hotel, restoran, dan resor di Jakarta serta Padang. Tak lupa pada tanah kelahirannya, Dony juga gencar mendorong penguatan sektor agroindustri di Sumatera Barat. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru