Bermula pada awal dekade 1970-an ketika Uni Soviet mulai merancang armada baru untuk menghadapi eskalasi Perang Dingin. Pada masa itu, perancang militer di Moskow (Rusia) menyadari kebutuhan mendesak akan kapal permukaan yang tangguh dengan kemampuan spesifik untuk mengamankan perairan mereka.
Lahirlah proyek arsitektur maritim ambisius ini sebagai jawaban langsung atas ancaman pergerakan senyap kapal-kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat dan sekutu NATO yang semakin masif berpatroli di lautan.
Berbeda dengan kapal perang multi-peran pada umumnya, kelas Udaloy diciptakan dengan satu doktrin utama yang sangat spesifik. Perburuan kapal selam (Anti-Submarine Warfare). Kapal perusak ini didesain sebagai "pemburu murni" yang menggendong sistem sonar canggih berukuran masif di bagian lambungnya untuk melacak jejak musuh di kedalaman laut gelap.
Spesialisasi tingkat tinggi inilah yang membuat kapal-kapal Udaloy sangat disegani dan selalu masuk dalam radar pengawasan armada Barat sepanjang era konfrontasi Perang Dingin.
Untuk mendukung misi perburuannya yang mematikan, kapal era Soviet ini dipersenjatai dengan persenjataan anti-kapal selam kelas berat. Arsenalnya mencakup tabung torpedo, peluncur roket anti-kapal selam (RBU), hingga sistem rudal yang dirancang khusus untuk menghancurkan target di bawah permukaan air.
Sebagai nilai tambah strategis, kelas Udaloy juga dilengkapi dengan dek penerbangan besar dan hanggar ganda yang menampung dua helikopter Ka27. Helikopter ini berfungsi sebagai perpanjangan indra kapal untuk melacak sekaligus mengeksekusi kapal selam musuh dari jangkauan yang lebih jauh.
Kini, meskipun era Perang Dingin telah lama usai, sisa-sisa kehebatan desain Soviet era 70-an ini masih kokoh mengarungi lautan, seperti yang ditunjukkan oleh kapal perusak Severomorsk.
Melalui berbagai program modernisasi berkelanjutan pada sistem navigasi, sensor, dan persenjataannya, kapal-kapal veteran kelas Udaloy sukses beradaptasi dengan kebutuhan pertempuran maritim abad ke-21. Eksistensi Severomorsk hari ini menjadi bukti nyata ketangguhan mahakarya teknologi masa lalu yang masih dipercaya menjadi tulang punggung kekuatan Angkatan Laut Rusia. (*)
Editor : Bambang Harianto