Jatuh Bangun Edhy Prabowo Sebelum Jadi Menteri KKP

Reporter : Redaksi
Edhy Prabowo

Perjalanan hidup seseorang terkadang menyerupai alur film—penuh dengan plot twist, perjuangan dari bawah, hingga pencapaian titik tertinggi yang tak terduga. Di panggung politik nasional, salah satu sosok yang memiliki garis takdir penuh lika-liku drastis ini adalah Edhy Prabowo.

Bagi sebagian besar masyarakat, namanya mungkin lekat dengan dinamika di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, jauh sebelum dirinya duduk di kursi empuk kabinet menteri, Edhy adalah seorang pemuda perantau yang mengawali segalanya dari nol setelah sempat menelan pil pahit kegagalan di dunia militer.

Baca juga: H Elyas Santuni Ratusan Anak Yatim Duafa Saat Peresmian Rizqy Sport Centre

Bagaimana kisah jatuh bangun pria kelahiran 24 Desember 1972 ini hingga sempat menjadi salah satu orang paling berpengaruh di lingkaran elite politik? Mari kita ulas rekam jejaknya.

Mimpi Militer yang Kandas dan Titik Balik di Pantai Ancol

Masa muda Edhy Prabowo sebenarnya dihabiskan di atas matras penataran. Ia adalah seorang atlet pencak silat nasional yang tangguh, yang kerap menorehkan prestasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga kejuaraan mancanegara.

Ketangguhan fisiknya membawa Edhy berhasil menembus seleksi ketat Taruna Akabri (Akademi Militer) di Magelang pada tahun 1991. Namun, impiannya menjadi perwira TNI harus kandas di tengah jalan. Setelah dua tahun mengenyam pendidikan, ia dikeluarkan karena terkena sanksi pelanggaran disiplin.

Kehilangan status taruna sempat membuat masa depannya abu-abu. Edhy memutuskan merantau ke Jakarta dengan modal nekat. Di Ibu Kota, garis nasib mempertemukannya dengan Prabowo Subianto yang kala itu masih berpangkat Letnan Kolonel dan menjabat sebagai Komandan Grup III Kopassus. Pertemuan tak sengaja di sebuah acara di kawasan Pantai Ancol itulah yang menjadi awal dari babak baru kehidupan Edhy.

Kesetiaan Puluhan Tahun dan Menjadi Tangan Kanan Sang Mentor

Melihat potensi dalam diri Edhy, Prabowo Subianto memutuskan untuk menampungnya. Tak sekadar memberikan tempat tinggal, Prabowo membiayai seluruh pendidikan tinggi Edhy di Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo hingga lulus pada tahun 1997. Sebagai timbal balik untuk menjaga disiplin, Edhy diminta rutin melatih silat setiap akhir pekan di Batujajar, Bandung.

Hubungan ini perlahan bergeser dari sekadar penolong menjadi hubungan loyalitas yang sangat kuat. Ketika Prabowo Subianto memutuskan berdomisili di Jerman dan Yordania untuk merintis bisnis pasca-pensiun dari militer, Edhy adalah salah satu orang kepercayaan yang setia mendampingi di masa-masa sulit tersebut.

Sembari mengawal sang mentor, Edhy tidak abai dengan pendidikan. Ia terus belajar hingga meraih gelar Magister Manajemen dari Swiss German University, dan puncaknya sukses menyandang gelar Doktor (Dr.) bidang Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran pada Agustus 2020.

Baca juga: Ada Hadiah Rp 10 Juta Bagi Masyarakat yang Infokan Penyelewengan BBM Subsidi

Melesat di Jalur Politik hingga Menembus Kursi Menteri KKP

Saat Prabowo Subianto pulang ke tanah air dan mendirikan Partai Gerindra, Edhy menjadi salah satu motor penggerak di barisan depan. Ia memulai kiprahnya di organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada 2005, sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra.

Karier politiknya di parlemen pun tergolong sangat moncer. Edhy sukses terpilih menjadi anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Sumatra Selatan selama dua periode berturut-turut:

Periode 2009–2014: Bertugas di Komisi VI yang membidangi perdagangan dan BUMN.

Periode 2014–2019: Dipercaya memegang tongkat komando sebagai Ketua Komisi IV DPR-RI yang mengurusi rumpun pertanian, pangan, serta kelautan dan perikanan.

Kematangannya dalam memimpin Komisi IV inilah yang membuat Presiden Joko Widodo tanpa ragu menunjuk Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 23 Oktober 2019, menggantikan Susi Pudjiastuti.

Baca juga: Tambang Ilegal Rusak Pulau Kecil di Riau dan Kepulauan Riau

Badai di Kementerian KKP

Namun, roda kehidupan terus berputar. Setelah melewati perjalanan panjang dari seorang perantau hingga menjadi menteri, Edhy harus menghadapi ujian terberat dalam karier politiknya. Pada 25 November 2020 dini hari, sesaat setelah mendarat dari kunjungan kerja ke Amerika Serikat, ia ditangkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus ekspor benih bening lobster (benur).

Peristiwa tersebut memaksa Edhy untuk mundur dari jabatannya di kabinet, sekaligus menjadi lembaran kelam dalam perjalanan politiknya yang sempat bersinar terang.

Kisah hidup Edhy Prabowo menjadi sebuah pelajaran berharga tentang bagaimana realita panggung politik bekerja. Dari matras silat, kesetiaan puluhan tahun di samping mentor, hingga panggung kekuasaan tertinggi, jalannya membuktikan bahwa nasib manusia penuh dengan kejutan dan konsekuensi besar di setiap langkahnya. (*)

*) Source : Nasrul Koto PSU

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru