Peta kepemimpinan di Jawa Barat melahirkan sejarah baru ketika Kabupaten Purwakarta dipimpin oleh seorang srikandi tangguh. Sosok Anne Ratna Mustika, atau yang akrab disapa publik dengan panggilan hangat Ambu Anne, sukses mengukir tinta emas sebagai bupati perempuan pertama dalam sejarah berdirinya Kabupaten Purwakarta.
Memimpin untuk masa bakti 2018–2023 bersama Wakil Bupati H. Aming, kehadiran Ambu Anne membawa warna baru di dunia birokrasi: ramah, penuh empati, namun tetap taktis dan tegas dalam mengeksekusi kebijakan daerah.
Tumbuh dari Akar Kepemimpinan Desa
Lahir di Desa Gudang, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur pada 28 Januari 1982, jiwa kepemimpinan dalam diri Anne Ratna Mustika bukanlah sebuah kebetulan. Darah pengabdian itu mengalir dari kedua orang tuanya. Ayahnya, Usep Supriadi, merupakan seorang Kepala Desa yang dikenal dekat dengan warga, sementara ibunya, Dedeh Sumiati, adalah sosok yang aktif dalam menggerakkan emansipasi perempuan di desa mereka.
Anne menghabiskan masa sekolahnya dari Sekolah Dasar (SD) hingga bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di tanah kelahirannya di Cianjur. Setelah lulus pada tahun 2000, takdir membawanya melangkah ke Kabupaten Purwakarta—daerah yang di kemudian hari ia pimpin dan ukir sejarahnya.
Pesona Keanggunan dan Kecerdasan Sang Mojang
Tidak lama menetap di Purwakarta, kecerdasan, wawasan luas, dan pembawaannya yang anggun mengantarkan Anne terpilih menjadi juara dalam ajang Mojang Kabupaten Purwakarta tahun 2001. Prestasi tersebut membuatnya dipercaya menjadi duta daerah untuk mewakili Purwakarta dalam ajang yang lebih tinggi, yaitu Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2001.
Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial dan mendampingi jalannya roda organisasi, Ambu Anne tetap memprioritaskan pendidikan tinggi. Pada tahun 2016, ia sukses menyelesaikan studi akademisnya dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) WIKARA Purwakarta.
Bupati Perempuan Pertama Purwakarta
Srikandi yang Membawa Sentuhan Humanis untuk Purwakarta
Turun ke gelanggang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purwakarta, popularitas Ambu Anne yang mengakar di hati masyarakat kelas bawah serta visi misinya yang pro-rakyat menjadi modal utama. Keberhasilannya memenangi kursi nomor satu di Purwakarta disambut antusias sebagai simbol kebangkitan pemimpin perempuan di Jawa Barat.
Selama lima tahun memimpin, Ambu Anne berhasil menorehkan berbagai terobosan, antara lain:
Penguatan Pelayanan Publik: Menghadirkan pelayanan birokrasi yang lebih responsif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pembangunan Karakter: Menjaga marwah Purwakarta sebagai kota budaya dengan melanjutkan serta menguatkan fondasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sunda.
Ekonomi dan Wisata: Menggenjot promosi sektor pariwisata daerah dan mendukung industri UMKM kreatif agar mampu bersaing secara nasional.
Bagi warga Purwakarta, nama Ambu Anne Ratna Mustika bukan sekadar nama pejabat di atas kertas, melainkan sosok "ibu" pelindung daerah yang keibuan namun berpendirian kokoh. Jejak rekamnya membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam menakhodai kemajuan sebuah daerah. (*)
Editor : Bambang Harianto