Perjuangan Hidup Al Haris dari Loper Koran hingga Jadi Gubernur Jambi

Reporter : Redaksi
Al Haris

Menjadi seorang pemimpin daerah bukanlah hal yang instan bagi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. Pria yang akrab disapa "Wo Haris" ini merupakan contoh nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak kesuksesan.

Kini, ia kokoh menjabat sebagai Gubernur Jambi untuk periode kedua berturut-turut. Tak hanya memimpin negerinya sendiri, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga dipercaya mengemban amanah besar di tingkat nasional sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Namun, siapa sangka, di balik seragam dinasnya yang gagah, Wo Haris dulunya adalah seorang anak petani yang akrab dengan kerasnya jalanan.

Baca juga: Pengusaha Temui Gubernur Jawa Timur untuk Rencana Investasi di Sektor Pertanian

Masa Kecil di Kebun Karet dan Menjadi Loper Koran demi Sekolah

Lahir pada 23 November 1973 di Desa Sekancing, Al Haris merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Orang tuanya, Syargawi dan Zuriah, adalah petani karet sederhana. Sejak masih duduk di bangku SMP, Haris sudah terlatih mandiri. Sebelum berangkat sekolah, ia terbiasa bangun subuh untuk membantu ayahnya menyadap karet di kebun.

Titik balik perjuangannya dimulai saat lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 1988. Karena keterbatasan biaya, sang ayah sampai harus menjual sebidang tanah hanya demi membiayai pendaftaran dan perlengkapan sekolah Haris di Kota Bangko. Karena pendaftaran di SMA Negeri sudah ditutup, ia akhirnya masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Dharma Bhakti Bangko.

Enggan terus membebani orang tuanya, Haris memutar otak. Ia melakoni pekerjaan sampingan sebagai loper koran jalanan demi membayar biaya sekolahnya sendiri. Saat menginjak kelas tiga SMA, ia beralih profesi menjadi pekerja di sebuah bengkel motor hingga akhirnya berhasil lulus ujian Ebtanas pada tahun 1991.

Meniti Karier dari Bawah: Dari Operator RRI hingga Lurah Teladan

Setamat SMA, nasib baik mulai menghampiri. Pada Maret 1992, ia melamar dan diterima bekerja di RRI Jambi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan I. Tugas pertamanya tergolong sangat bersahaja: sebagai staf teknis dengan posisi operator studio.

Sambil bekerja, Haris terus memompa kapasitas dirinya melalui jalur pendidikan. Ia berturut-turut menyelesaikan program Diploma di Akademi Sekretaris dan Manajemen Jambi, meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi di Politeknik STIA LAN Bandung (2000), Magister Hukum di Universitas Jambi (2010), hingga puncaknya meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di IPDN pada tahun 2017.

Baca juga: Pesan Penting Cak Sholeh untuk Warga Kabupaten Gresik

Karier birokrasinya merangkak naik berkat dedikasinya yang tinggi. Saat dipercaya menjabat sebagai Lurah Selamat, ia sukses menyabet penghargaan sebagai Lurah Teladan se-Kota Jambi untuk tahun 2004–2005. Karier birokrasinya terus melejit hingga menjabat sebagai Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi (2011–2013).

Terobosan Program "Pertisun" di Merangin

Langkah Al Haris di panggung politik dimulai ketika ia maju dan terpilih menjadi Bupati Merangin selama dua periode (2013–2021). Selama memimpin Merangin, salah satu gebrakannya yang paling fenomenal adalah program Pertisun (Perjalanan Tidur di Dusun).

Melalui program ini, Wo Haris turun langsung ke lapangan, mengunjungi desa-desa terpencil, dan bermalam di rumah-rumah warga untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat adat. Berkat inovasi pemberdayaan masyarakat adat tersebut, ia dianugerahi penghargaan Indonesia Visionary Leader pada awal tahun 2020.

Dipercaya Memimpin Jambi Dua Periode

Baca juga: Pemuda Pancasila Surabaya akan Usir Pendemo Khofifah yang Digagas Cak Sholeh

Karier politiknya mencapai puncaknya ketika ia memenangi Pemilihan Gubernur Jambi tahun 2020 berpasangan dengan Abdullah Sani. Setelah melalui proses yang panjang termasuk Pemungutan Suara Ulang (PSU), pasangan Haris-Sani resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 7 Juli 2021.

Kepercayaan masyarakat Jambi rupanya kian menebal. Pada Pilkada Serentak 2024, berbekal dukungan koalisi gemuk dari 14 partai politik, duet Haris-Sani kembali bertarung dan berhasil menang mutlak dengan perolehan 1.092.823 suara (61,01%). Keduanya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto dalam prosesi kenegaraan di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.

Atas pengabdian dan kontribusinya menjaga kelestarian budaya serta tatanan masyarakat, Al Haris dianugerahi gelar adat kehormatan Datuk Mangkubumi Setio Alam oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi.

Dari seorang anak petani penyadap karet dan loper koran, Dr. Al Haris membuktikan bahwa dedikasi, kerja keras, dan tekad yang kuat mampu membawa seseorang dari sudut bengkel kecil menuju kursi kepemimpinan tertinggi di Provinsi Jambi. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru