Johnny G Plate, Dari Pengusaha hingga Terseret Skandal Menara BTS

Reporter : Redaksi
Johnny Gerard Plate

Nama Johnny Gerard Plate sempat menjadi salah satu figur sentral dalam panggung politik dan pemerintahan nasional. Pria kelahiran Ruteng, Nusa Tenggara Timur, 10 September 1956 ini dikenal sebagai perpaduan antara pengusaha perkebunan yang andal dan politikus senior yang lihai.

Puncak karier eksekutifnya diraih saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dalam Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019. Namun, perjalanan politiknya terhenti secara dramatis pada Mei 2023 setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam salah satu skandal korupsi dengan nilai kerugian negara terbesar dalam sejarah kontemporer Indonesia.

Baca juga: Hoax Tautan Pendaftaran Bantuan Wifi Gratis Dari Bakti Kominfo

Kehidupan Awal dan Latar Belakang Pendidikan

Johnny lahir dari keluarga yang mengabdi pada sektor pelayanan dasar di Flores. Ayahnya, Paulus Plate, merupakan seorang mantri kesehatan, sementara ibunya, Theresia Pora, adalah seorang guru Sekolah Dasar (SD).

Untuk mengejar cita-citanya, Johnny merantau ke ibu kota dan menempuh studi ekonomi serta manajemen bisnis di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta sepanjang tahun 1979 hingga 1986. Pendidikan manajemen inilah yang kemudian menjadi modal utamanya dalam mengarungi dunia bisnis.

Lari Kencang di Dunia Bisnis dan Penerbangan

Sebelum terjun ke panggung politik praktis, Johnny G. Plate adalah seorang pebisnis murni. Pada awal tahun 1980-an, ia memanfaatkan momentum booming pembukaan lahan perkebunan baru di Kalimantan dan Irian Jaya (sekarang Papua) dengan memasok peralatan pertanian dan perkebunan.

Bisnisnya berkembang pesat hingga merambah ke sektor transportasi udara. Johnny tercatat pernah bergabung dengan maskapai penerbangan bertarif rendah terkemuka, AirAsia, serta dipercaya menduduki kursi komisaris di berbagai perusahaan nasional lainnya.

Baca juga: Roy Suryo Akan Bongkar Keterkaitan Fufufafa dengan Budi Arie

Kiprah Politik : Bersinar di Senayan hingga Jadi Sekjen NasDem

Sukses mengamankan finansial di dunia korporasi, Johnny memulai debut politiknya dengan bergabung ke Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI). Di partai tersebut, ia sempat dipercaya mengemban jabatan sebagai Ketua Mahkamah PKDI pada tahun 2013.

Tak lama kemudian, ia memutuskan berlabuh ke Partai NasDem. Lewat kendaraan politik barunya ini, Johnny bertarung dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 di Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Timur I dan sukses melenggang ke Senayan dengan raihan 33.704 suara.

Kemampuan komunikasinya yang rapi dan jaringan bisnisnya yang luas membuat posisinya di internal partai kian kuat. Pada tahun 2017, ia ditunjuk langsung menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem. Kiprah politiknya makin bersinar ketika ia terpilih kembali menjadi anggota DPR-RI pada Pemilu 2019 dengan lonjakan suara yang sangat signifikan, yakni 115.921 suara, sebelum akhirnya dipanggil masuk ke dalam kabinet oleh Presiden Jokowi.

Baca juga: Mantan Menteri Kominfo Terbukti Korupsi Divonis 15 Tahun Penjara

Kejatuhan Dramatis dalam Kasus Korporasi Proyek BTS 4G

Masa jabatan Johnny sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang seharusnya tuntas hingga akhir periode kabinet terputus di tengah jalan. Pada 17 Mei 2023, Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia secara resmi menetapkan Johnny sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan.

Johnny terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G serta infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kemenkominfo tahun 2020–2022. Kasus megaproyek menara pemancar sinyal digital ini mengguncang publik lantaran taksiran kerugian keuangan negara yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp8 triliun.

Posisinya sebagai Menkominfo kemudian langsung dinonaktifkan oleh Presiden, dan posisinya sempat diisi oleh Mahfud MD selaku Pelaksana Tugas (Plt) Menkominfo. Kasus ini menjadi catatan kelam sekaligus pengingat mahal tentang pentingnya transparansi dalam tata kelola digitalisasi nasional. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru