Pakistan Memajukan Proyek Konversi Batu Bara menjadi Urea

Reporter : Redaksi
Urea pakistan

Dalam langkah penting menuju kemandirian industri, Pakistan telah mendorong proyek konversi batu bara menjadi pupuk (Coal-to-Fertilizer/C2F) yang transformatif di gurun Thar, yang bertujuan untuk mengubah cadangan batu bara domestiknya yang luas menjadi urea dan mengurangi ketergantungan pada pupuk impor dan LNG yang mahal.

Terletak di Distrik Tharparkar, Sindh, Thar memiliki salah satu deposit batu bara lignit terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan—aset yang sejak lama dipandang sebagai landasan masa depan energi negara. Kini, sumber daya tersebut siap untuk memasok bahan bakar tidak hanya untuk pembangkit listrik tetapi juga untuk produktivitas pertanian.

Baca juga: Penjualan Urea Pakistan Melonjak Jadi 463 Ribu Ton

Secara tradisional, produksi urea di Pakistan bergantung pada gas alam. Namun, penurunan cadangan domestik dan peningkatan impor LNG telah membebani biaya produksi dan cadangan devisa. 

Inisiatif baru senilai $ 1,12 miliar ini mengubah paradigma dengan menggasifikasi batubara Thar menjadi gas sintesis, mengekstrak hidrogen untuk menghasilkan amonia, dan pada akhirnya memproduksi urea melalui proses industri modern dan terintegrasi.

Baca juga: Pemex Tingkatkan Produksi Pupuk di Tahun 2025

Dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 717.000 ton urea—setengah untuk penggunaan domestik dan setengah untuk ekspor—proyek ini diharapkan menghasilkan pendapatan ekspor hingga $ 260 juta setiap tahunnya.

Di luar keuntungan finansial, proyek ini menjanjikan penciptaan lapangan kerja, nilai tambah pada sumber daya lokal, dan peningkatan ketahanan pangan.

Baca juga: Ekspor Urea Rusia Meningkat di Tahun 2025

Ini lebih dari sekadar proyek industri; ini adalah langkah strategis menuju ketahanan ekonomi, substitusi impor, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Dari cadangan batubara di bawah pasir gurun hingga pupuk yang mendukung pertanian di seluruh negeri—Pakistan mendefinisikan ulang bagaimana sumber daya alam dapat mendukung industri dan pertanian. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru