Karantina Riau memeriksa 52.500 butir benih kelapa sawit yang akan dikirim ke Sabah, Malaysia bernilai ratusan juta rupiah. Sebelum diekspor, seluruh benih tersebut diperiksa oleh pejabat karantina.
Benih kelapa sawit siap tanam dilakukan pemeriksaan administratif dan kesehatan secara visual guna memastikan benih tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pejabat karantina memastikannya dengan melihat gejala serangan pada fisik benih.
Baca juga: 800 Bibit Kelapa Sawit Ditahan di PLBN Entikong
“Serangkaian perlakuan dan pemuliaan pada benih kelapa sawit telah dilakukan untuk mencegah OPT,” ungkap Albar, pengguna jasa yang akan mengirimkan benih sawitnya.
Baca juga: Konflik Penutupan Jalur Pengangkutan Sawit di Hatonduhan
Rika, pejabat karantina yang bertugas menyampaikan bahwa setelah dipastikan bebas dari OPT, maka dapat diterbitkan Phytosanitary Certificate sebagai persyaratan negara tujuan.
Baca juga: PT Maulana Karya Persada Absen di Sidang Gugatan PT Surya Borneo Indah
Almen MT Simarmata selaku Kepala Karantina Riau menyampaikan bahwa benih kelapa sawit yang unggul akan memberikan produktivitas yang optimal dan Karantina Riau siap mendukung ekspor dengan melaksanakan UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan agar benih yang diekspor terjamin sehat. (dit)
Editor : S. Anwar