Keberhasilan Indonesia menekan laju pertumbuhan penduduk serta menata sistem kesehatan masyarakat desa di era 1980-an tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin seorang jenderal legendaris dari Korps Kesehatan Militer. Sosok tersebut adalah Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat.
Menjabat sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) selama dua periode dalam Kabinet Pembangunan III dan Kabinet Pembangunan IV (1978–1988), pria kelahiran pada 3 Mei 1923 ini dikenal sebagai birokrat tangguh. Dedikasinya mengombinasikan disiplin militer dengan ilmu kedokteran berhasil membawa program kesehatan nasional ke era keemasannya.
Baca juga: Isi Lengkap Maklumat Padjajaran
Panglima Sukses Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
Sebelum dipercaya memimpin jajaran Kementerian Kesehatan, dr. Suwardjono terlebih dahulu memegang tongkat komando di lembaga yang sangat krusial, yaitu sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Di sinilah reputasinya sebagai eksekutor ulung teruji. Di bawah kepemimpinannya, BKKBN gencar mengampanyekan slogan "Dua Anak Cukup" hingga ke pelosok-pelosok desa. Pendekatan dr. Suwardjono yang taktis dan terstruktur berhasil mengubah pola pikir masyarakat Indonesia kala itu, hingga program Keluarga Berencana (KB) nasional mendapat apresiasi serta sorotan positif dari dunia internasional.
Dua Dekade Menjaga Kesehatan Jantung Bangsa
Baca juga: Budi Gunadi Sadikin, Ahli Fisika Nuklir Sukses Jadi Menteri Kesehatan
Keberhasilannya di BKKBN membuat Presiden Soeharto tanpa ragu mendapuknya menjadi Menteri Kesehatan selama 10 tahun penuh. Sepanjang masa baktinya, dr. Suwardjono fokus pada perluasan jaringan infrastruktur kesehatan dasar untuk masyarakat kelas bawah.
Di era kepemimpinannya, standarisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) diperkuat demi memastikan ibu hamil dan anak-anak di daerah terpencil mendapatkan akses imunisasi serta gizi yang layak.
"Disiplinnya sebagai jenderal TNI dan ketulusannya sebagai seorang dokter menjadikan dr. Suwardjono figur menteri yang tidak hanya bekerja di belakang meja, melainkan memastikan kebijakan makronya benar-benar mendarat di lapangan."
Baca juga: Bullying Dokter
Akhir Perjalanan Sang Jenderal Penjaga Kesehatan
Setelah mendedikasikan seluruh hidup dan energinya untuk kemajuan dunia kesehatan serta pengendalian penduduk di tanah air, dr. Suwardjono Surjaningrat mengembuskan napas terakhirnya pada 21 Agustus 2012 dalam usia 89 tahun.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari negara atas segala jasa, bakti, dan perjuangan besarnya bagi hajat hidup orang banyak, jasad sang jenderal dokter kini bersemayam dengan damai di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Warisan sistem kesehatannya akan terus dikenang dalam sejarah pembangunan bangsa. (*)
Editor : S. Anwar