Kiprah Anwar Sadat Pimpin Tanjung Jabung Barat Dua Periode

Reporter : Redaksi
Anwar Sadat

Panggung politik Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam satu dekade terakhir tidak bisa dilepaskan dari sosok Anwar Sadat. Pria yang akrab disapa Ustadz Anwar Sadat (UAS) ini membuktikan bahwa latar belakang sebagai seorang pendidik dan tokoh agama bukanlah halangan untuk menjadi nakhoda tangguh di pemerintahan.

Mantan dosen dan kepala madrasah ini sukses mengunci kepemimpinannya di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketam ini untuk periode kedua (2025–2030). Bersama wakil bupati barunya, Katamso Syafei Ahmad, ia resmi dilantik dalam prosesi kenegaraan di Istana Kepresidenan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.

Akar Religiusitas dan Pengabdian di Mimbar Akademik

Lahir pada 21 Januari 1966, Anwar Sadat tumbuh besar dalam kultur keagamaan yang kental di Kuala Tungkal. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah atas di madrasah-madrasah prestisius lokal, sebelum akhirnya mendalami ilmu agama di S1 IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan melengkapinya dengan gelar Magister (S2) dari IAIN Sumatera Utara pada tahun 1998.

Sebelum menyelami kerasnya dunia politik, Anwar Sadat dikenal luas sebagai seorang intelektual muslim. Selama lebih dari dua dekade (1992–2015), ia mendedikasikan hidupnya sebagai dosen di IAIN Jambi.

Tak hanya di perguruan tinggi, ia juga menaruh perhatian besar pada pendidikan santri dengan memimpin sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren legendaris Al-Baqiyatush Shalihat Kuala Tungkal sepanjang tahun 2009 hingga 2020.

Pahit Getir Dunia Politik: Kalah, Bangkit, hingga Melenggang ke Parlemen

Langkah berani diambil Anwar Sadat pada tahun 2015 ketika ia memilih mundur dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi maju di Pilbup Tanjab Barat berpasangan dengan Suhatmeri. Namun, debut politiknya saat itu harus kandas di tangan pasangan Safrial-Amir Sakib meskipun berhasil mengamankan 41,20% suara.

"Kegagalan di tahun 2015 tidak membuat sang ustadz surut langkah. Baginya, politik adalah ruang pengabdian yang membutuhkan ketekunan."

Ia membuktikan saktinya basis massa yang dimiliki pada Pemilu 2019. Maju lewat Partai Amanat Nasional (PAN), Anwar Sadat sukses melenggang ke DPRD Provinsi Jambi dengan raihan fantastis sebanyak 22.493 suara, di mana ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK).

Takdir Pemimpin: Kemenangan Beruntun di Pilkada

Hanya setahun mencicipi kursi parlemen, panggilan untuk memimpin tanah kelahiran kembali datang. Anwar Sadat mundur dari DPRD Provinsi untuk bertarung di Pilkada 2020 didampingi Hairan. Kali ini takdir berpihak padanya; mereka keluar sebagai pemenang dan resmi dilantik menjadi Bupati pada 26 Februari 2021.

Keberhasilannya menjaga stabilitas pembangunan, merawat tradisi keagamaan, serta memperkuat ekonomi daerah di periode pertama membuat posisinya kian tak tergoyahkan. Ditambah lagi, kepemimpinan politiknya makin solid setelah ia resmi memimpin DPD PAN Tanjung Jabung Barat.

Klimaksnya terjadi pada Pilkada 2024 lalu. Menatap periode kedua, Anwar Sadat menggandeng Katamso—mantan Wakil Bupati Tanjab Barat periode 2011–2016. Pasangan ini menjelma menjadi kekuatan raksasa setelah memborong dukungan dari 9 partai politik. Hasilnya pun luar biasa, duet Anwar Sadat-Katamso menang mutlak dengan meraup 93.013 suara atau setara dengan 55,91% suara sah.

Tokoh Organisasi dan Konsolidasi Politik PAN

Kekuatan Anwar Sadat terletak pada jejaring sosial dan keagamaan yang mengakar rumput. Ia tercatat aktif di struktural Nahdlatul Ulama, mulai dari PW LKKNU Jambi hingga Dewan Pakar ISNU Jambi. Jiwa pengayomnya juga dituangkan dalam posisinya sebagai Pembina Majelis Ash-Shahabah serta Majelis Zikir Wal Ilmi Al-Anwar.

Keandalan kepemimpinannya juga diakui dalam dunia kepanduan, di mana ia dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Tanjab Barat pada April 2025 lalu.

Di level kepartaian, dominasi Anwar Sadat kian tak tertandingi. Usai sukses memimpin DPD PAN Tanjab Barat di periode pertama, ia kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) serentak pada akhir tahun 2025 untuk masa jabatan 2025–2030, dan baru saja resmi dilantik kembali pada 30 April 2026.

Dengan modal kepemimpinan religius yang kuat, kematangan birokrasi, serta legitimasi politik yang kokoh, Anwar Sadat siap membawa Kabupaten Tanjung Jabung Barat melangkah lebih berkah dan berkemajuan di periode keduanya. (*)

*) Source : Nasrul Koto Psu

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru