Profesor AB Susanto yang di kalangan para kerabat dan sabahatnya menyapa dengan sapaan akrab Pak AB meninggal dunia pada Jumat Agung 15 April 2022, bertepatan waktunya dengan umat Kristiani mengenang dengan penuh iman momentum penderitaan, sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus dalam Ibadah Jumat Agung.
Banyak kerabat sahabat yang seiman dengan AB Susanto mengagumi kematiannya bertepatan dengan momentum wafat Kristus karena meyakini kebenaran iman Katolik bahwa barangsiapa yang beriman teguh kepada Kristus, ia wafat bersama Kristus dan akan dibangkitkan bersama Kristus pula. Tidak kurang dari isterinya sendiri, Ibu Tati Susanto, yang menulis dalam sebuah japri Whatsapp tanggal 19 April 2022 lalu kepada saya : “Bapak AB dipanggil pas Jumat Agung, saya yakin beliau sekarang bahagia bersama Bunda Maria, Yesus dan para Kudus”.
Baca juga: Sejarah Gereja Ortodoks Memisahkan Diri dari Gereja Katolik
Iya… AB Susanto telah meninggalkan kita untuk selamanya, Kembali ke Rumah Bapa Surgawi, tempat yang bagi kita umat beriman merupakan asal mula dan tujuan akhir kehidupan kita. Kesanalah kita semua akan menuju.
Firman Tuhan Yesus dalam ayat-ayat suci Firman Tuhan jelas : “Janganah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku, di Rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal” (Yoh.14:1-2).
Kita meyakini apabila saat kematian bagi masing-masing kita akan tiba, saat itulah kita akan berjumpa kembali dengan bapak AB di Rumah Bapa itu.
Setelah mengikuti misa Requiem peringatan 7 hari kematian secara online untuk peristirahatan dalam damai yang kekal abadi bagi bapak AB tanggal 21 April 2022 kemarin, dan pada saat itu saya diberi kesempatan oleh putrinya Patricia agar memberikan Sambutan/Testimoni atas sosok AB Susanto B, saya sungguh mengenang dalam kasih (in loving memory) seluruh “kedekatan” kami selama ini.
Relasi saya dengan Bapak AB Susanto adalah sebagai Sahabat.
Persahabatan kami sudah berlangsung lama. Sebuah Persahabatan yang dijalani atas dasar “kedekatan” emosional, kedekatan intelektual dalam cara pandang dan wawasan berpikir yang dilandasi pada spirit keimanan Katolik dan spirit kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kedekatan dalam gaya kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership) dengan sama-sama berupaya meneladan Sang Guru Agung Yesus Kristus sebagai Pemimpin Pelayan (servant leader), dan kedekatan secara fisik karena sama-sama berkecimpung di Organisasi Massa Katolik Vox Populi Institute Indonesia atau Vox Point Indonesia di mana bapak AB Susanto sebagai Salah satu Dewan Pengawasnya dan saya sebagai Moderator Nasional Organisasi tersebut.
Saya katakan pengenalan persahabatan kami sudah berlangsung lama. Ini sungguh beralasan, karena walaupun kedekatan secara fisik baru terjadi pada Maret 2016 bersamaan dengan berdirinya Vox Point Indonesia di mana kami bersama-sama sebagai Pengurus.
Juga ketika beliau mengundang saya untuk melayani Misa Kudus di kantor dan tempat kerjanya di Kemang, saya juga dalam kapasitas sebagai Pastor Bantuan militer dan Polisi (Pasbanmilpol) Keuskupan TNI/Polri (Ordinariat Militer Indonesia) sering mengundang bapak AB Susanto hadir dalam kegiatan Natal Bersama dan Paskah bersama TNI/Polri se-Garnisun tetap I/Jakarta di Valentino Mako Kopassus Cijantung.
Namun sesungguhnya kedekatan secara intelektual dan dalam spirit pelayanan yang sama sudah terjadi lama sejak tahun 1997, ketika saya masih sebagai Frater Calon Pastor di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret Maumere Flores membaca buku karya perdana bapak AB Susanto berjudul “Meneladani Jejak Yesus-Implementasi Perilaku Yesus dalam kehidupan Sehari-hari” yang diterbitkan PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).
Sebagai calon Pastor Katolik saat itu, saya sungguh termotivasi dan “terberkati” dengan pemikiran pak AB Susanto dalam buku tersebut yang disertai dengan foto berwarna perjumpaan beliau dan putrinya dengan Sosok Paus terbesar abad ini yang telah menjadi Orang kudus, Sri Paus Yohanes Paulus II di Vatikan.
Bagi saya pribadi, ciri khas/ watak Pak AB Susanto adalah Sosok yang tenang, teduh, bernas dan mendalam dalam berpendapat. Saya sungguh merasa terbantu oleh bapak AB.Susanto.
Ketika saya mengambil Program Doktor pada Prodi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan mulai melakukan penelitian untuk Disertasi “Manajemen Konflik Berbasis Servant Leadership Pada Ordinariatus Castrensis Indonesia” mengalami kesulitan untuk mendapatkan Buku-buku sumber seputar topik Kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership) dan manajemen konflik, saya datang menemui dan berbicara dengan bapak AB Susanto di salah satu kantornya di JCG.
Beliau selain memberikan banyak pencerahan kepada saya tentang topik ini yang memang beliau salah satu pakarnya, tapi juga memberikan kepada saya 7 buku karya beliau yang berkaitan langsung dengan topik penelitian disertasi saya tersebut seperti buku berjudul : a). Manajemen Strategik Komprehensif-Untuk Mahasiswa dan praktisi, b) Meneladan Jejak Yesus Sebagai Pemimpin-Christian Leadership, dan lain-lain.
AB Susanto sosok yang produktif melahirkan karya-karya tulis dalam bentuk Buku. Ia sungguh menghayati kebenaran adagium: “Verba volant, Scripta manent”, yang artinya: “Kata-kata terbang menghilang, Tulisan tinggal tetap”.
Dari sekian banyak buku karya Prof AB bagi saya yang menjadi Opus magnum ada dua buku, yakni: Handbook Of Servant Leadership (The Jakarta Consulting Group, 2020) dan Manajemen Bela Negara (Penerbit Buku KOMPAS, 2020) di mana saya menjadi salah seorang Bersama beberapa Tokoh Nasional turut memberikan Endorsement-nya.
Pola komunikasi AB Susanto sangat santun, sangat menghargai rekan/lawan bicara, dan selalu mengedepankan sisi-sisi humanistik dalam berkomunikasi. Memperlakukan orang lain itu setara (egaliter).
Baca juga: Ketika Habib Salim Bersedia Mengisi Ceramah di Gereja tentang Nabi Isa AS
Di balik kesan keseluruhan kepribadiannya yang tenang dan nampak serius sebetulnya ada jiwa humor dan seninya. Hal ini nyata ketika beliau, saya undang menghadiri acara Paskahan bersama TNI/Polri bertepatan dengan Syukuran Pelantikan Wakasad Letjen TNI Hinsa siburian di Gereja St. Valentino Kopassus Cijantung.
AB Susanto menyumbangkan sebuah acara dalam bentuk puisi yang beliau sendiri bawakan dengan amat indahnya. Kami semua termasuk para Perwira Tinggi (Pati) Katolik sungguh menikmatinya.
Gaya kepemimpinan (leadership style) yang dihidupi Bapak AB Susanto ialah Kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership). Gaya kepemimpinan yang melayani ini tidak hanya sebatas retorika, kata-kata pengajaran lewat buku-buku karyanya yang cukup banyak, tetapi lebih dari itu beliau dengan konsisten menghidupinya dalam praksis kehidupan nyata sehari-hari.
Sebagai seorang Katolik, pak AB Susanto dengan setia dan konsisten mewujudnyatakan dan meneladan jejak Yesus Sang Guru Agung sebagai Pemimpin yang melayani di tengah medan bakti karya pengabdian dan pelayanannya sehari-hari. Pak AB mengimani Yesus Kristus yang datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, sebaliknya untuk melayani.
Alkitab bersaksi : “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”(Matius 20:28).
Bagi AB Susanto hanya pemimpin yang bersedia melayanilah yang benar-benar memiliki kekuatan dirinya, kekuatan dari aspek pengetahuan, keluasan wawasan, maupun dari kekuatan komitmennya. AB Susanto menghayati esensi kepemimpinan Kristiani sebagaimana diajarkan Kristus, Yesus menunjukkan keteladanan bahwa menjadi pemimpin adalah melayani atau pelayanan (Servant as a Leader).
Alkitab bersaksi: “ Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” (Markus 9:35b).
Bapak AB Susanto sepanjang hayat dikandung badan telah menjadi saluran berkat Tuhan bagi banyak orang melalui berbagai talenta yang bapak punyai dari Tuhan. Bapak AB Susanto sepanjang hidupnya telah menjadi alat di tangan Tuhan untuk memancarkan Cahaya Hati kepada dunia yang kadang diliputi kegelapan, menyalurkan berkat dan jamahan kasih Tuhan. Hidupnya telah menjadi berkat.
Requiem aeternum dona ei Domine
Baca juga: Riwayat Gereja Masehi Injili di Timor
Tuhan berikanlah kepada dia istirahat abadi.
Requiescat in pace (RIP)
Semoga dia beristirahat dalam damai (Mzr. 4:9).
Doa Sahabatmu,
RD Ronny Neto Wuli
Kampus B STIPER Flores Bajawa
Jalan Mgr Soegiopranoto Bajawa-Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sabtu, 23 April 2022
Editor : S. Anwar